Kadislutkan Kalteng Darliansjah saat Wakili Gubernur mengikuti Rakernas Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2021, di Pullman Bandung Grand Center, Senin (5/4/2021). (Media Dayak/MMC Kalteng)
Bandung, Media Dayak
Gubernur Kalimantan Tengah menugaskan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Kadislutkan) Provinsi Kalteng Darliansjah, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Tahun 2021, di Pullman Bandung Grand Center, Senin (5/4/2021).
Dalam arahannya Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar dengan luas perairan sebesar 6,4 juta km² atau 75 persen dari wilayah negara Indonesia menjadi sangat strategis.
“Namun, selama ini sektor kelautan di negeri ini belum dipandang sebagai kekuatan ekonomi nasional. Padahal, potensi ekonomi kelautan dan perikanan jika dikelola dengan inovatif dan baik, akan menjadi salah satu sumber modal utama pembangunan dan memberikan manfaat maksimal bagi negara dan masyarakat,” katanya saat membuka Rakernas KKP Tahun 2021.
Sebagai gambaran, katanya menambahkan, tahun 2019 nilai pasar produk perikanan dunia mencapai USD 162,7 miliar, sementara itu nilai ekspor produk perikanan Indonesia baru mencapai USD 4,9 miliar atau 3,03 persen.
Komoditas perikanan yang menjadi andalan ekspor Indonesia saat ini diantaranya udang, tuna-cakalang, cumi-sotong-gurita, rajungan-kepiting dan rumput laut. Udang dan rumput laut sebagian besar merupakan hasil perikanan budidaya sementara tuna-cakalang, cumi-sotong-gurita dan rajungan-kepiting merupakan hasil perikanan tangkap.
Sakti Wahyu Trenggono juga menyampaikan arahan Presiden RI Joko Widodo. “Sesuai arahan Presiden, saya dipercaya untuk memimpin dan bisa merecover KKP untuk kemajuan bangsa. Saya ingin membawa KKP ini rebound agar sektor kelautan dan perikanan bisa berkontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan,” bebernya.
Sebagai langkah terobosan dalam pelaksanaan program pembangunan kelautan dan perikanan yang berkelanjutan untuk kesejahteraan, ada 3 prioritas KKP pada tahun 2021-2024 yaitu, pertama, peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sumber daya alam perikanan tangkap untuk peningkatan kesejahteraan nelayan.
Kedua, pengembangan perikanan budidaya untuk peningkatan ekspor yang didukung riset kelautan dan perikanan. Terakhir, pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya tawar, payau dan laut berbasis kearifan lokal.
“Saya mengajak Bapak/Ibu, stakeholders kelautan dan perikanan untuk mendukung program-program KKP. Selain itu, seluruh pihak agar dapat memberikan sumbang saran dan pikiran agar kebijakan, program dan regulasi yang akan dihasilkan KKP dapat diterima semua pihak dan yang lebih penting dapat bermanfaat bagi masyarakat dan pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan, serta memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional,” terangnya.
Berkenaan dengan Prioritas Program KKP, Gubernur Kalteng melalui Kadislutkan Provinsi kalteng Darliansjah mengatakan Kalteng sangat mendukung dan siap bersinergi dengan KKP dan Kementerian terkait.
“Karena program tersebut sangat sinkron dengan program-program percepatan pembangunan kelautan dan perikanan yang telah dirumuskan dan disepakati dalam komitmen bersama yang telah ditandatangani Kadislutkan Provinsi Kalteng dan Kadis yang membidangi Perikanan Kabupaten/Kota se-Kalteng pada tanggal 29 Maret 2021 lalu,” ungkap Darliansjah.
Antara lain, sambungnya, Program Shrimp Estate yaitu budidaya udang Vaname di Kabupaten/Kota pesisir pantai, program perikanan budidaya ikan lokal khas Kalteng seperti Betok, Jelawat, Belida dan Gabus di Kabupaten terpilih.
“Termasuk program revitalisasi perikanan budidaya di kawasan Food Estate terutama di Kabupaten Pulang Pisau. Insya Allah secepatnya akan kami tindak lanjut hasil Rakernas ini bersama sama dengan Kabupaten/Kota,” ucap Darliansjah mewakili Gubernur Kalteng. (MMC Ytm/Lsn)













