Sejumlah warga sedang berusaha memperbaiki jembatan penghubung di Desa Tahai Baru Kecamatan Maliku Kabupaten Pulang Pisau yang kembali mengalami kerusakan.(Media Dayak/Ist)
Pulang Pisau, Media Dayak
Jembatan Penghubung di Desa Tahai Baru Kecamatan Maliku Kabupaten Pulang Pisau Kembali mengalami Kerusakan padahal Jembatan ini adalah Penghubung untuk 5 Desa yang berada di Kecamatan Pandih Batu yaitu Desa Sanggang, Desa Gadabung, Desa Belanti Desa Pantik dan Desa Karya Bersama.
Kami berharap Pemkab melalui DPUPR segera turun untuk Memperbaiki atau Membuat Jembatan Yang lebih Kuat Yang terbuat dari Beton mengingat Desa Belanti dan sekitarnya adalah Lumbung Padi penyuplai Beras Terbesar untuk Kalimantan Tengah.
Sudah barang tentu jika Kondisi Jembatan yang seperti ini akan merugikan Kami dikarenakan penjualan beras kami jadi terganggu Ujar Diyo Kepada Awak Media Dayak.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pulang Pisau Usis I Sangkai ketika disampaikan terkait Kondisi Jembatan ini mengatakan DPUPR melalui Bidang Bina Marga sudah beberapa Kali Melakukan perbaikan dan Pemeliharaan Namun Warga yang mengangkut beras dan lainnya kurang memperhatikan Kekuatan Jembatan yang hanya terbuat dari Kayu Ulin ini.
“Seharus nya ketika sudah diperbaiki turut menjaga dengan memperhatikan muatan ketika melalui Jembatan ini. Ketika disinggung mengenai permintaan warga agar dibuat jembatan berkonstruksi Beton,”ujarnya Kamis (3/10)/
Dirinya mengakui Bahwa Pemkab dan DPUPR sdh beberapa Kali mengajukan kepada Pemerintah Provinsi mengingat Jembatan dengan Bentang diatas 15 Meter adalah Kewenangan Propinsi Namun terkendala Anggaran Propinsi hingga kini usulan tersebut belum bisa diakomodir, Kami akan terus berusaha dan untuk Anggaran Tahun 2020 pihaknya akan kembali mengusulkan Pembangunan Jembatan di Desa Tahai Baru.
“Semoga akan teranggarkan untuk Tahun depan dan Semoga Pihak Terkait khususnya Anggota DPRD Propinsi terpilih yang baru bisa ikut mendorong dan mengawal usulan tersebut, Katanya.
Seperti salah seorang anggota DPRD terpilih dari Dari PDI Perjuangan Wiyatno yang berasal dari Pangkoh tentunya akan turut bersama-sama untuk dapat teranggarkan nya Pembangunan Jembatan ini Nanti.
“Mohon bersabar sembari Kita terus Berdoa dan berupaya. Tutup Usis Via Telpon,” pada awak Media Dayak.(HM/Lsn)











