Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalteng Leonard S. Ampung bersama Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalteng Riza Rahmadi, serta Kepala Dinas penanamam Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kalteng, Sutoyo, saat pers rilis, Rabu (29/06/2022).(Media Dayak/L.Dedy)
Palangka Raya, Media Dayak
Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalteng, Riza Rahmadi mengatakan, ketersediaan stok hewan kurban di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menjelang Idul Adha yang jatuh pada bulan Juli mendatang dipastikan aman dan tercukupi.
Dalam press rilis yang dilaksanakan di ruang rapat Bajakah, komplek kantor Gubernur setempat pada Rabu (29/6/202 yang dipimpin Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalteng Leonard S. Ampung , Kepala Dinas penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), Sutoyo, Kadis TPHP Provinsi Kalteng Riza Rahmadi mengatakan, hingga saat ini stok hewan kurban mencukupi dan amam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kalteng, khususnya dalam menyambut hari Raya Idul Adha mendatang.
“Ketersediaan (hewan kurban) kita cukup, karena untuk wilayah Palangka Raya, Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat bisa dikatakan surplus untuk hewan kurban seperti sapi. Jadi kita imbau untuk daerah lainnya diharapkan dapat mengambil hewan untuk kurban di tiga wilayah tersebut,” ucap Riza.
Lebih lanjut Riza, menjelaskan, berkaitan dengan merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK), setelah dilakukan pemantauan beberapa waktu yang lalu, untuk hewan kurban sapi lokal di ketiga wilayah tersebut dipastikan sudah aman.
Karena petugas dari instansi terkait sudah memfilter hewan-hewan ternak seperti sapi, yang memenuhi syarat untuk dapat dijadikan sebagai hewan kurban.
“Kita bekerjasama dengan Balai Karantina Hewan Palangka Raya dan pihak terkait, juga mengaktifkan pos lintas Batas di kabupaten Kapuas dan Barito Timur (Bartim) untuk memantau arus keluar masuknya hewan ternak ke Kalteng,” kata Reza lagi.
“Terkait dengan harga, memang diakui ada sedikit perbedaan dan bisa dikatakan mengalami kenaikan, ini karena sesuai aturan sapi-sapi yang masuk Kalteng harus dikarantina, sehingga ada biaya tambahan lagi disitu untuk memberi makan hewan ternak,” demikian Riza Rahmadi.(Ytm/Lsn)











