Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digagas DPKP Gumas dan Perum Bulog Kuala Kurun, di Halaman Masjid At-Taqwa Desa Tampelas, Selasa (24/2/2026).(Media Dayak/I st)
Kuala Kurun, Media Dayak
Dalam upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Hari Raya Nyepi, ibadah puasa Ramadhan, dan Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Pemkab Gumas) bergerak cepat memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman dan terjangkau.
Pemkab Gumas melalui Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) dan Perum Bulog Kuala Kurun, menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah konkret mengantisipasi lonjakan harga serta potensi kelangkaan bahan pokok di pasaran.
“Gerakan Pangan Murah (GPM) kita laksanakan Selasa (24/2/2026) di Halaman Masjid At-Taqwa Desa Tampelas mulai pukul 10.00 WIB,dengan menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras premium dan SPHP, gula pasir, minyak goreng, tepung, telor ayam ras, bawang merah dan putih dan komoditas strategis lainnya dengan harga subdisi atau harga di bawah pasaran,” ujar Kepala DPKP Gumas Eigh Manto, Rabu (25/2/2026).
Eg panggilan karib Eigh Manto menyampaikan, kegiatan dilaksanakan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pasokan pangan tetap aman di tengah meningkatnya permintaan masyarakat saat momen keagamaan besar, yang kerap memicu kenaikan harga di pasaran.
“Melalui koordinasi intensif antara pemerintah daerah dan Bulog, komoditas pangan strategis disiapkan dalam jumlah memadai dan dijual langsung kepada masyarakat dengan harga subsidi atau harga distributor. Mekanisme ini bertujuan memotong rantai distribusi yang panjang sehingga harga lebih terjangkau,” jabar Eg.
Menurut Eg, kegiatan disambut antusias masyarakat. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan harga yang lebih hemat, sekaligus memberikan rasa tenang menjelang hari-hari besar keagamaan.(Nov/Aw)










