Jelang Hari Raya Iduladha, Tim Satgas Pangan dan TPID Provinsi Kalteng Pantau Harga Bapok di Sejumlah Pasar Kota Sampit

Tim Satgas Pangan dan TPID Provinsi Kalteng melaksanakan pemantauan harga bahan pokok di sejumlah pasar Kota Sampit, Rabu (7/6).(Media Dayak/MMC Kalteng)

Sampit, Media Dayak

Dalam rangka menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang Hari Raya Iduladha 1444 H di Kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Tim Satgas Pangan dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalteng melaksanakan pemantauan harga bahan pokok (Bapok) di tiga lokasi, yakni Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM), Pasar Keramat, dan Pasar Komando Distrik Militer (Kodim), Rabu (7/6).
 
Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko yang memimpin kegiatan tersebut mengatakan bahwa di tiga pasar Kota Sampit tersebut terjadi kenaikan komoditas bawang merah dan bawang putih. 
 
“Biasanya harganya 38 ribu per kilo, sekarang menjadi 40 ribu sampai 42 ribu per kilonya,” kata Yuas.  
 
Ia mengungkapkan di kedua tempat yang dijadikan objek sampel inflasi Kalteng yaitu Kota Palangka Raya dan Kota Sampit, saat ini inflasinya masih relatif stabil. “Stok juga masih tersedia hingga Hari Besar Iduladha mendatang, pasokannya juga lancar dan harga masih terjangkau,” terang Yuas.
 
Hingga saat ini lanjutnya, Pemprov masih berupaya untuk menekan angka inflasi di Kalteng dengan terus menggelar pasar murah dan pasar penyeimbang. “Kepada Pemkab Kotim disarankan agar melakukan operasi pasar terhadap komoditas yang naik. Harapannya masyarakat bisa menikmati harga yang layak dan terjangkau,” pungkasnya.
 
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalteng Sunarti mengungkapkan di Pasar PPM Kota Sampit ketersediaan barang dan harga masih relatif stabil.
 
“Untuk daging ayam dan telur ada kenaikan, namun semuanya masih stabil karena pasokannya lancar menjelang Hari Raya Iduladha,” jelasnya.
 
Secara garis besar, komoditas pangan khususnya bawang, cabai, telur dan daging ayam di Kota Sampit mengalami fluktuasi, yakni satu perubahan harga khusus yang disebabkan oleh mekanisme pasar yang perubahannya berupa kenaikan maupun penurunan nilai harga itu sendiri.
 
Selain melakukan pemantauan harga di tiga pasar, Tim Satgas Pangan dan TPID Provinsi Kalteng juga mengunjungi Gudang Bulog Kabupaten Kot untuk melihat stok beras yang ada di Kota Sampit.(MMC/YM/AW)
image_print

Pos terkait