Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong.(Media Dayak/Novri J Handuran)
Kuala Kurun, Media Dayak
Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong kembali melontarkan peringatan keras kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan kepala perangkat daerah di Gumas,bahwa jabatan dan status sebagai ASN bukanlah simbol kehormatan untuk meninggikan diri, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan melalui pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jaya mengingatkan seluruh ASN agar tidak terjebak dalam sikap eksklusif, arogan, maupun merasa sebagai kelompok elite yang berjarak dengan rakyat.
“Mari rapatkan barisan, singkirkan ego sektoral. Bekerjalah dengan semangat Habangkalan Penyang Karuhei Tatau. Bangunlah Kabupaten Gunung Mas ini dengan kasih, integritas, dan kerja keras,” kata Jaya kepada mediadayak.id, Selasa (30/6/2026)
Jaya kembali menegaskan bahwa ASN merupakan garda terdepan wajah pemerintah di tengah masyarakat. Karena itu, setiap tindakan, sikap, dan pelayanan yang diberikan akan menjadi cerminan kualitas pemerintahan di mata publik.
“ASN itu pelayan masyarakat, bukan untuk dilayani. Jangan membangun jarak, jangan bersikap eksklusif. Pemerintah hadir untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” seru Jaya.
Menurut Jaya, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tidak hanya dibangun melalui program pembangunan,tapi juga lahir dari perilaku ASN yang santun, profesional, cepat, transparan, dan berkeadilan dalam memberikan pelayanan publik.
Jaya menilai tantangan pembangunan Kabupaten Gumas ke depan semakin kompleks. Karena itu, daerah membutuhkan ASN yang bukan hanya unggul dalam kemampuan administrasi,tapi juga memiliki empati sosial, kepekaan terhadap persoalan masyarakat, integritas yang kuat, serta semangat pengabdian yang tulus.
Jaya menegaskan, budaya birokrasi yang melayani harus menjadi identitas seluruh ASN di Gumas. Tidak boleh ada lagi mentalitas ingin dilayani atau merasa lebih tinggi dari masyarakat.
“Jadilah ASN yang membumi, bekerja dengan hati, dan selalu mengedepankan kepentingan rakyat di atas segalanya,” pungkas Jaya.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa reformasi birokrasi di Gumas tidak hanya berorientasi pada peningkatan kinerja,tapi juga pada perubahan karakter aparatur agar semakin humanis, profesional, berintegritas, dan benar-benar hadir sebagai pelayan masyarakat.(Nov/Aw)











