24 Tahun Gumas, Sudahkah Miliki Produk Unggulan?.(Media Dayak/ilustrasi)
Kuala Kurun,Media Dayak
Memasuki usia ke-24 tahun, Kabupaten Gunung Mas (Gumas) terus mencatat berbagai kemajuan di bidang pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan hingga pengembangan sumber daya manusia. Namun di tengah berbagai capaian tersebut, muncul satu pertanyaan mendasar yang mulai diperbincangkan Masyarakat; sudahkah Gumas memiliki produk unggulan daerah yang benar-benar dikenal luas dan mampu menjadi identitas ekonomi daerah?
Pertanyaan itu mengemuka seiring usia ke-24 Kabupaten Gumas tahun 2026. Banyak pihak menilai bahwa usia 24 tahun bukan lagi usia yang muda bagi sebuah daerah otonom. Setelah hampir seperempat abad berdiri, seharusnya daerah telah memiliki produk unggulan yang mampu menjadi kebanggaan sekaligus penggerak utama perekonomian masyarakat.
Seorang tokoh masyarakat Gumas yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengungkapkan, selama ini pembangunan fisik memang terlihat dan dirasakan masyarakat. Jalan, jembatan, kantor pemerintahan hingga berbagai fasilitas umum terus bertambah. Namun, menurutnya, keberhasilan pembangunan juga harus diukur dari lahirnya produk unggulan yang mampu menembus pasar regional bahkan nasional.
“Kalau berbicara usia 24 tahun, sebenarnya sudah cukup matang. Pertanyaannya sekarang, apa produk unggulan Gunung Mas yang langsung diingat orang luar ketika mendengar nama daerah ini? Ini menjadi refleksi bersama,” ujarnya kepada mediadayak.id,Senin (29/6/2026).
Menurut dia, daerah yang maju tidak hanya dikenal karena gedung pemerintahan atau infrastruktur yang dibangun,tapi juga karena memiliki produk khas yang menjadi identitas ekonomi sekaligus sumber kesejahteraan masyarakat.
Ia mencontohkan sejumlah daerah di Indonesia yang memiliki komoditas atau produk unggulan yang melekat kuat di benak masyarakat. Sementara Gumas, meskipun memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, pariwisata hingga ekonomi kreatif, namun belum ada satu produk yang benar-benar tampil sebagai ikon utama daerah.
“Potensinya luar biasa. Kita punya sumber daya alam yang melimpah, budaya yang kaya, dan masyarakat yang kreatif. Tetapi potensi itu harus diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Jangan sampai kita hanya menjadi penonton di daerah sendiri,” tegasnya.
Ia menilai momentum Hari Jadi ke-24 Kabupaten Gumas harus dijadikan titik evaluasi sekaligus pijakan untuk merumuskan arah pembangunan ekonomi yang lebih terukur dan berkelanjutan.
Menurutnya, pemerintah daerah bersama DPRD, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat perlu duduk bersama untuk menentukan sektor unggulan yang dapat dikembangkan secara serius dan konsisten dalam jangka panjang.
“Jangan hanya fokus pada program tahunan. Kita perlu visi besar. Produk unggulan daerah harus dibangun dengan perencanaan matang, dukungan anggaran, promosi yang kuat, serta keberpihakan kepada pelaku usaha lokal. Kalau ini dilakukan, saya yakin Gunung Mas bisa memiliki identitas ekonomi yang kuat,”tandasnya.
Dirinya juga berharap generasi muda Gumas dapat dilibatkan secara aktif dalam pengembangan produk lokal melalui inovasi, teknologi digital, dan pemasaran berbasis media sosial agar produk daerah mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Dia menyatakan di usia ke-24 tahun ini, Kabupaten Gumas memang patut berbangga atas berbagai capaian pembangunan yang telah diraih. Namun di balik perayaan dan rasa syukur tersebut, pertanyaan tentang keberadaan produk unggulan daerah menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan.
Sebab pada akhirnya, sebut dia, keberhasilan sebuah daerah tidak hanya diukur dari seberapa banyak pembangunan yang berdiri, tetapi juga dari seberapa kuat identitas ekonominya tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Usia 24 tahun menjadi momentum yang tepat untuk bertanya,sudahkah Gunung Mas memiliki produk unggulan yang membanggakan, atau justru masih mencari jati diri ekonomi di tengah melimpahnya potensi yang dimiliki?” pungkasnya. (Nov/Lsn)











