Jaya Ingatkan ASN dan Masyarakat Bijak Bermedsos, Jangan Sebarkan Informasi Tanpa Dasar!

Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong.(Media Dayak/Ist)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat Gumas agar semakin bijak dalam menggunakan media sosial (medsos). Menurutnya, kemudahan menyampaikan informasi di ruang digital, harus diimbangi dengan tanggung jawab, etika, serta kehati-hatian agar media sosial tidak menjadi ruang penyebaran informasi yang keliru dan merugikan pihak lain.

“Setiap unggahan, komentar, maupun informasi yang disebarluaskan melalui media sosial memiliki konsekuensi. Karena itu, masyarakat maupun ASN saya minta tidak mudah membagikan informasi yang belum diketahui kebenarannya, terlebih jika berpotensi menimbulkan kegaduhan, fitnah, provokasi, maupun merusak nama baik seseorang atau lembaga,”tegas Jaya,Senin (10/8).

“Gunakan media sosial dengan bijak. Jangan mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Sebelum membagikan sesuatu,pastikan terlebih dahulu sumber dan faktanya,”ujar Jaya menambahkan.

Jaya menilai, ASN sebagai bagian dari pemerintahan memiliki tanggung jawab moral yang lebih besar dalam menjaga etika komunikasi di ruang publik. Status sebagai aparatur pemerintah harus menjadi pengingat agar setiap aktivitas di media sosial tetap mencerminkan integritas, profesionalitas, dan sikap sebagai pelayan masyarakat.

Jaya juga mengajak masyarakat untuk menjadikan media sosial sebagai sarana membangun komunikasi yang sehat, menyampaikan informasi positif, mengawal pembangunan, serta memberikan kritik dan masukan secara konstruktif.

Jaya menyebutkan,kritik terhadap pemerintah tetap dinilai sebagai bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, kritik harus disampaikan berdasarkan data dan fakta, bukan melalui tuduhan atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Silakan memberikan kritik dan masukan kepada pemerintah. Tetapi mari kita lakukan dengan cara yang baik, berdasarkan fakta dan data, sehingga kritik tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan dan pembangunan,”tegasnya.

Jaya menakankan, satu informasi yang tidak terverifikasi dapat dengan mudah menyebar luas dan membentuk opini publik sebelum kebenarannya diketahui.

Karena itu,Jaya meminta ASN dan masyarakat Gumas untuk tidak hanya menjadi pengguna media sosial,tapi juga menjadi pengguna yang cerdas dan bertanggung jawab. Jangan sampai kebebasan berekspresi di ruang digital justru berubah menjadi ruang penyebaran hoaks, fitnah, ujaran kebencian, atau konten yang memicu konflik di tengah masyarakat.

“Mari bersama-sama kita membangun ekosistem digital yang sehat, santun, kritis, dan bertanggung jawab, sehingga media sosial benar-benar menjadi instrumen komunikasi publik yang memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat,”tutup Jaya.(Nov/Aw)

image_print

Pos terkait