Ini Susunan AKD Hasil Kesepatan 7praksi

Rinie Anderson

Sampit, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Pasca diliputi ketegangan diinternal DPRD Kotim akhirnya kembali mencair. Bahkan wacana mosi tidak percaya kepada ketua DPRD Kotim, Rinie Anderson pun sudah menghilang. Hal ini lantaran semua kepentingan para anggota dan fraksi terakomodis melalui kesepakatan internal tersebut.

Hal ini ditandai dengan lancarnya pelaksanaan rapat paripurna penyampaian masing-masing anggota fraksi serta pemilihan para pimpinan komisi dan alat kelengkapan dewan.

Hasil dari kesepatan itu yakni Komisi I Diketuai Rimbun (PDI Perjuangan) dan Wakil Anang Kapeliyus (democrat) serta Sekretaris Ardiansyah (PAN) dengan anggota Cici Desiliya (PDIP), Jabiden Nadeak (Nasdem), Nadie (Golkar), Muhammad Abadi (PKB) dan Sutik (Gerindra), Hendra Sia (Perindo).

Sedangkan Komisi II diketuai Juliansyah (Gerindra), Wakil Ketua Agus Seruyantara (PDIP) Sekretaris Syahbana (Nasdem) dan anggota Ary Dewar (Gerindra), Darmawati (Golkar), Linda (Demokrat), Parimus (Demokrat), Suprianto (PKS) serta Memey Wulandari (PKB).

Sedangkan di Komisi III diketuai Mariani (Golkar), Wakil Ketua  Dadang H Syamsu (PAN), Sekretaris Sanidin (Gerindra), anggota Riskon Fabiansyah (Golkar), Bardiansyah (PDIP), Megawati (PAN) dan  Ramli (Nasdem).

Sedangkan di Komisi IV diketuai Kurniawan Anwar (PAN) dan Wakil Ketua Bima Santoso (PKB), Sekretaris Abdul Kadir (Golkar) serta anggota Pardamean Gultom (Nasdem), Bunyamin (PAN), Handoyo J Wibowo (Demokrat), Paisal Darmasing (PDIP), Modika Latifa (PDIP) serta  Rusmawati (Gerindra).

Sementara itu untuk Bapemperda diketuai Handoyo J Wibowo (Demokrat) dan Badan Kehormatan diketuai Muhammad Abadi (PKB).

Ketua DPRD Kotim Rinie Anderson menyebutkan dengan disepakatinya tersebut maka diharapkan lembaga itu bisa berjalan dengan baik. Penyampaian nama-nama tersebut dilakukan pasca pelaantikan Pengganti Antar Waktu (PAW) Memey Wulandari dari PKB.

“Dengan penyegaran buah dari kesepakatan bersama ini bisa dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab khususnya untuk kepentingan konstituen masing-masing dari legislator ini,”kata Rinie.

Rinie menyebutkan dinamika diinternal DPRD merupakan sebuah kewajaran. Namun, semuanya sudah selesai hal ini dibuktikannya dengan adanya kata sepakat baik itu lintas parpol dan fraksi yang ada di DPRD Kotim. “Yang pasti dengan tuntasnya pembentukan AKD ini maka kita harus segera selesaikan persoslan dan program yang sudah disusun baik itu di bidang legislasi, pengawasan dan penganggaran,”tandas Rinie. (Em/Rsn)

image_print

Pos terkait