Juliansyah
Sampit, Media Dayak
Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Juliansyah mendorong agar masyarakat dan kalangan pemerintahan bisa menyerap produk lokal. Mulai dari beras hingga barang-barang produksi lokal yang sejatinya sesuai kebutuhan hidup. “Sekarang kita harus bagaiman caranya bisa menyerap hasil produksi lokal. Diantaranya adalah beras lokal. Sementara itu kualitas beras lokal ini tidak kalah bersaing dengan yang beredar di pasaran sekarang,”kata Juliansyah.
Menurut Juliansyah ada kencedrungan dari masyarakat enggan membeli beras lokal ini. Diantaranya karena kemasan masih kurang menarik dan kondisi beras yang kadang tidak disortir untuk dijual tersebut. “Padahal beras kita itu dibeli dari luar daerah lalu dijual kembali ke kota Kotim dengan harga yang mahal, Cuma bedanya ada dikemasan dan merek saja. “tegasnya.
Maka dari itu, Juliansyah sepakat jika kedepannya beras lokal ini dikelola dan dipasarkan melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Disitu mulai dari pengemasan sampai kepada proses penjualannya kepada masyarakat akan lebih maksimal. “ada keuntungan lebih yang bisa diambil jika kita membeli beras lokal, pertama kita membantu ekonomi petani lokal ini kemudian juga kita bisa mendapatkan harga yang lebih murah dibanding beras-beras yang beredar dipasaran padahal itu beras dari Kotim juga,”kata Juliansyah yang juga menjabat Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Kotim itu.
Selain itu juga bidang lainnya seperti kerajinan rotan di daerah itu. Hendaknya ada kebijakan pemerintah daerah untuk setiap SOPD bisa membeli perabotan kantor yang berasal dari rotan seperti kursi meja dan lain sebagainya. “Dengan begitu artinya kita sudah membuktikan cinta produk lokal dan memberdayakan mereka,”tegas Juliansyah. (Em/Lsn)













