
Kegiatan Pembekalan oleh Gubernur Kalteng Kepada Kepala SMA/SMK/SLB dalam pelaksanaan UNBK/USBNBK tahun pelajaran 2018/2019, yang dihadiri oleh Kepala Sekolah Kabupaten/Kota se-Kalteng di Istana Isen Mulang. (Media Dayak/Yanting)
Palangka Raya, Media Dayak
Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Sugianto Sabran begitu memperhatikan pendidikan anak-anak di Kalteng. Pasalnya, pihaknya mengharapkan Kalteng segera memiliki Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Unggulan.
“Saya ingin di Kalteng ini ada SMK unggulan, tentu hal ini karena saya melihat adanya potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di Kalteng saat ini,” ucapnya di Istana Isen Mulang, di acara Pembekalan oleh Gubernur Kalteng Kepada Kepala SMA/SMK/SLB dalam pelaksanaan UNBK/USNBK tahun pelajaran 2018/2019, di Istana Isen Mulang, baru-baru ini.
Diungkapkannya, Kalteng memiliki SDA yang begitu besar sehingga memiliki potensi sebagai pendukung peningkatan pendidikan di Kalteng. Misal saja, kata dia, adanya SMK yang dibangun dengan memanfaatkan alam seperti SMK Pertanian.
“Melihat SDA yang ada di Kalteng mungkin nanti bisa didirikan SMK Pertanian,” harapnya.
Nantinya di SMK unggulan tersebut, di dalamnya dimasukkan tentang, pertanian, peternakan, perikanan, maubel dan lain sebagainya.
Harapannya hal ini dipertegas oleh dinas terkait yakni Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng. “Saya harap Disdik Kalteng mempertegas hal ini, dengan segera,” ucapnya.
Dijelaskannya, pendirian SMK unggulan ini nantinya tidak hanya terpusat di Kota Palangka Raya, sebagai ibukota provinsi saja, melainkan di berbagai wilayah di Kalteng. Nantinya di Kalteng bagian tengah (zona tengah) bisa di bangun di Kota Palangka Raya, kemudian juga di Kalteng zona barat misal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) atau di Kabupaten Seruyan, sedangkan di zona timur di Kabupaten Barito Selatan dan sekitarnya.
“Begitu juga untuk di wilayah lainnya, harapannya ada dibangun SMK unggulan ini,” jelasnya.
Menurut Gubernur, tujuan dibangun SMK ini, ialah agar anak-anak Kalteng nantinya siap mandiri terjun dalam dunia usaha atau pekerjaan, sehingga bisa membuka usaha sendiri setelah menyelesaikan sekolahnya. Bahkan di Kalteng juga sudah ada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang bisa lebih dihidupkan.
“Bagi yang mau melanjutkan bisa menempuh pendidikan di universitas, sedangkan bagi yang tidak bisa siap mandiri untuk bekerja”, pungkas orang nomor satu di pemerintahan Kalteng tersebut.(YM)











