Gelar Aksi Damai, Batamad Pulang Pisau Sampaikan Orasinya

 
Pulang Pisau, Media Dayak
 
Menjelang proses persidangan pertama kasus dugaan tindak pidana yang didakwakan kepada AB dan S, puluhan anggota pasukan Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (BATAMAD) Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng menggelar Aksi Unjuk Rasa Damai di depan Gedung Pengadilan Negeri daerah setempat, Rabu (12/06/2024) pagi.
 
Diketahui, AB dan S sebagai masyarakat Adat Dayak yang juga merupakan anggota dari pasukan Batamad Pulang Pisau ini, sebelumnya telah diamankan pihak aparat kepolisian karena diduga telah melakukan tindakan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang beberapa waktu lalu.
 
Dalam orasinya, Ketua Batamad Pulang Pisau, Andrianto didampingi sekretarisnya Rahmat dan Bidang Hukum Ade Prayoga, meminta kepada pihak Pengadilan Negeri Kabupaten Pulang Pisau, agar kedua terdakwa yang sedang menjalani proses hukumnya saat ini dapat dibebaskan dari perkara yang dituduhkan terhadapnya atau minimal diberikan keringanan hukum. 
 
“Aksi damai ini merupakan bentuk solidaritas terhadap salah satu anggota pasukan kami yang sedang menghadapi proses hukum di pengadilan. Kami mohon kepada pihak Pengadilan Negeri Pulang Pisau untuk meninjau kembali proses hukum atas kedua terdakwa yakni, AB dan saudara kandungnya S,” kata Andrianto.
 
Karena berdasarkan hasil dari investigasi Tim Hukum Batamad Pulang Pisau bersama Kedamangan Kahayan hilir pada tanggal 4 Pebruari 2024, yang telah menelusuri sebab musabab dari kejadian tersebut, pihaknya telah menyimpulkan bahwa perbuatan yang dilakukan oleh kedua terdakwa yang berakibat hilangnya nyawa seseorang itu tidak ada unsur kesengajaan. 
 
“Untuk itu, dalam aksi ini kami meminta dengan hormat kepada Jaksa Penuntut Umum maupun Hakim yang memimpin sidang kasus yang melibatkan saudara Andi Bakri dan Simpo, untuk melaksanakan sidang terbuka untuk umum, memberikan akses seluas-luasnya kepada masyarakat maupun anggota Batamad untuk dapat mengikuti jalannya persidangan, dan menjatuhkan hukum yang seringan-ringannya atau menjatuhkan vonis bebas terhadap keduanya,” tegasnya.
 
Karena menurutnya, hal ini sesuai dengan Pasal 49 ayat 1 dan 2 KUHP. Pada ayat 1 yang berbunyi “Barang siapa terpaksa melakukan perbuatan untuk melakukan pembelaan, karena ada serangan atau ancaman serangan ketika itu yang melawan hukum, terhadap diri sendiri maupun orang lain; terhadap kehormatan kesusilaan (eerbaarheid) atau harta benda sendiri maupun orang lain, tidak dipidana. dan ayat 2 yang berbunyi “Pembelaan terpaksa yang melampaui batas, yang langsung disebabkan oleh keguncangan jiwa yang hebat karena serangan atau ancaman serangan itu, tidak dipidana.
 
Sementara, aksi unjuk rasa yang dimulai sekitar pukul 8 pagi itu belangsung damai dan mendapat pengawalan ketat dari personel pengamanan Polres Pulang Pisau yang dipimpin langsung Kapolres Pulang Pisau, AKBP Mada Ramadita.
(Alp/Lsn)
image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait