FKPT Kalteng Gelar Rembuk Aparatur Kelurahan dan Desa

Staf Ahli Gubernur Yuas Elko foto bersama FKPT Kalteng dan peserta kegiatan “Rembuk Aparatur Kelurahan dan Desa Tentang Literasi Informasi” Saring Dulu Sharing di Aquarius Hotel Palangka Raya, Kamis (29/8).(Media Dayak/Yanting).

Palangka Raya, Media Dayak

Bacaan Lainnya

   Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bidang Media Massa, Hukum, dan Hubungan Masyarakat gelar kegiatan “Rembuk Aparatur Kelurahan dan Desa Tentang Literasi Informasi” di Ballroom Aquarius Hotel Palangka Raya, Kamis (29/8).

Kegiatan yang bertema “Saring Sebelum Sharing” tersebut dibuka langsung oleh staf ahli Gubernur Kalteng bidang ekonomi keuangan dan pembangunan Yuas Elko yang mewakili Sekretaris Daerah Kalteng, Fahrizal Fitri.

Dalam sambutannya, Yuas Elko berharap, melalui forum “Rembuk Aparatur Kelurahan dan Desa Tentang Literasi Informasi “Saring Sebelum Sharing” dapat memberikan hal penting mengenai pemahaman kepada pengguna sosial media, mahasiswa, jurnalis, dan multimedia dalam upaya pencegahan terorisme.

“Sehingga memberikan gambaran secara jelas tentang terorisme di Indonesia, meliputi ancaman, kerawanan hingga tertumbuhnya, sebagai bagian dari kewaspadaan bersama dalam upaya pencegahan terorisme terutama melalui jalur-jalur multimedia yang dapat tersebar dengan cepat dan puas,” ujar Yuas Elko.

Pihaknya juga menyebut, perlunya meningkatkan sinergi FKPT Provinsi Kalteng, awak media, para mahasiswa, para pengguna sosial media serta masyarakat luas sebagai satu kesatuan yang terpadu dalam upaya pencegahan terorisme. “Serta mendorong pelibatan semua pihak terutama pengguna multimedia secara optimal dalam pencegahan terorisme,” beber Yuas.

Sementara itu, selaku ketua panitia “Rembuk Aparatur Kelurahan dan Desa Tentang Literasi Informasi, H Sutransyah menyampaikan, tujuan kegiatan tersebut untuk memberikan gambaran, rencana kegiatan aparat Kelurahan dan desa tentang literasi dan informasi, memberikan pemahaman kepada aparatur kelurahan dan penegak hukum, awak media massa dan generasi muda.

“Serta memberikan gambaran secara jelas mengenai terorisme di Indonesia meliputi ancaman, kerawanan hingga perkembangannya sebagai bagian dari kewaspadaan bersama dalam upaya pencegahan sehingga mampu menumbuhkan daya kita terhadap penyebarluasan paham radikalisme dan terorisme,” tegasnya.(YM)

image_print

Pos terkait