80 Persen Lahan Gambut Alasan Pulpis Jadi Daerah Prioritas Penanganan BRG

Fahrizal Fitri

Palangka Raya, Media Dayak

Bacaan Lainnya

       Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Fahrizal Fitri mengatakan lahan gambut yang mencapai 80 persen di daerah kabupaten Pulang Pisau merupakan alasan daerah tersebut menjadi salah satu prioritas penanganan gambut oleh BRG. 

“Pulang Pisau miliki lahan gambut yang luas, sehingga jadi prioritas penanganan gambut. Dengan dibentuknya Badan Restorasi Gambut (BRG) dan 2018 dibentuk Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) dengan salah satu sasaran di daerah itu,” beber Fahrizal Fitri kepada pers, usai rapat koordinasi para pihak terkait kemitraan partnership restorasi gambut, Kamis (29/8).

Sekda Kalteng mengungkapkan, dalam rangka restorasi gambut ada program pembasahan. “Untuk pembangunan pertanian, dibangun kanal-kanal, untuk lakukan pengairan. Namun di sisi lain, disaat kering potensi terjadi kebakaran, sehingga dilakukan dengan menjaga muka air yaitu -40cm maksimal,” terangnya.

Dijelaskan Sekda, dengan adanya program pembasahan gambut, diharapkan kawasan menjadi gambut basah. Dengan dilakukan pembangunan sekat, penutupan kanal untuk jaga tinggi muka air, termasuk membangun sumbur bor untuk lakukan pemadaman dan pembasahan. “Dan saat ini di Pulang Pisau sumur bor cukup banyak,” ucapnya.

Selanjutnya dilakukan penanaman kembali, ucap Sekda melanjutkan. Pihaknya berharap dengan program tutupan lahan segera kembali pulih.

“Karena gambut ini miliki potensi karbon yg sangat besar dan ini sangat tergantung dengan kita menjaga kawasan gambut tersebut,” urai Fahrizal Fitri.

Sekda juga menyebut, salah satu yang dilakukan dalam restorasi gambut di Pulang Pisau adalah pemberdayaan desa peduli gambut, “Hal ini untuk mengajak mereka lebih peduli gambut, dan desa ini jadi contoh bagi desa lain, serta sebagai lokasi kuliah lapangan tentang gambut,” katanya.

Pihaknya berharap banyaknya program yang berjalan di Pulang Pisau, dapat mencegah Karhutla didaerah tersebut. “Karena potensi Karhutla akan selalu terjadi, sehingga perlu diwaspadai,” tegasnya.

Pihaknya juga berharap, BRG provinsi dapat sejalan dengan Kabupaten/Kota sehingga gambut didaerah ini bisa terjaga. “Sehingga diharapkan gambut-gambut yang ada ini dapat dikelola secara bijak, dapat memberikan manfaat kesejahteraan bagi masyarakatnya, serta dapat menjaga lingkungan”, pungkas Fahrizal Fitri.(YM)

image_print

Pos terkait