Fasilitas SMA di Pelosok Perlu Ditingkatkan

Duwel Rawing

Palangka Raya, Media Dayak

Bacaan Lainnya

    DPRD Provinsi Kalimantan Tengah(Kalteng)meminta kepada pihak Pemerintah untuk terus meningkatkan fasilitas SMA/ sederajat yang ada di kawasan pelosok. Pasalnya,masih banyak fasilitas pendidikan,khususnya SMA/sederajat yang masih memerlukan perhatian dari pemerintah.

Menurut Anggota DPRD Kalteng Duwel Rawing,dalam setiap kali reses maupun kunjungan kerja. Sejumlah sekolah di Kalteng, selalu mengharapkan adanya peningkatan fasilitas. Salah satunya seperti yang diharapkan beberapa sekolah di Kabupaten Katingan. Khususnya untuk SMA,Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sederajat masih banyak yang kekurangan fasilitas. Oleh sebab itu masyarakat setempat mengharapkan agar kekurangan fasilitas sekolah ini bisa menjadi perhatian dari Pemprov Kalteng.

Salah satunya seperti sejumlah SMA,yang terletak di Baun Bango, Pendahara, ataupun Petak Bahandang,masih memerlukan perhatian serius dari pemerintah. Hal ini terkait masih banyaknya fasilitas sekolah yang memerlukan dukungan dari pemerintah.

“Khususnya SMA wilayah pelosok,masih banyak kekurangan fasilitas seperti komputer, sehingga masih banyak yang harus bergabung dan meminjam fasiitas dari sekolah lain, yang berada di Kasongan,”Ucap Duwel, saat dibincangi media ini, di gedung dewan, jalan S.Parman, belum lama ini.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) I, meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Mas dan Kota Palangka Raya ini juga mengatakan, saat melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) beberapa waktu lalu, sejumlah SMA yang ada di wilayah ini terpaksa harus mengikuti UNBK di Kota Kasongan yang fasilitasnya cukup lengkap.

“Beberapa desa di Kabupaten ini masih terpaksa harus bergabung dengan sekolah lain yang fasilitasnya memadai di kota Kasongan untuk mengikuti UNBK. Padahal jarak yang ditempuh cukup jauh, sehingga hal ini harus menjadi perhatian Pemerintah khususnya Dinas pendidikan,” harap Duwel

Anggota Komisi C DPRD Kalimantan Tengah, yang membidangi pendidikan ini juga menuturkan, selain masalah komputer, sejumlah sekolah di wilayah ini juga membutuhkan peningkatan sarana ruang kelas, ruang laboratorium.

“Tidak hanya fasilitas komputer,misalnya di Desa Petak Bahadang, SMA disana masih kekurangan ruang kelas untuk kegiatan belajar mengajar. Bahkan ruang kantor pun tidak punya, sehingga dengan terpaksa ruang kelas yang ada diberi sekat dan dijadikan kantor. Bahkan jurusannya pun dikurangi, jadi hanya ada jurusan IPA dan IPS saja, jurusan bahasanya tidak ada,” pungkas legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini.(Nvd)

image_print

Pos terkait