Pembekalan yang diberikan kepada satgas gabungan dalam penanganan Kebakaran hutan dan lahan di GOR KONI, Kamis (25/7).(Media Dayak/Darmawanto)
Palangka Raya, Media Dayak
Apel gabungan penanggulangan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar apel siaga darurat pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan.
Apel gabungan yang di pimpin oleh Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran dan dihadiri oleh Tenaga Ahli BNPB Pusat Mayjen (Purn) Komarudin,Danrem 102/Pjg Kol. Arm. Syaiful Rizal,Irwasda Polda Kalteng Kombes. Pol. Benone J. L,Plt Kepala BPBD Mofit Saptono,Dandim 1016/Plk Letkol. Czi Chandra Adibarata, Kapolres Palangka Raya AKBP. Timbul RK Siregar serta pejabat pemerintah kota.
Apel yang di gelar di Lapangan Sanaman Mantikai diikuti oleh personel TNI-Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, Organisasi Kepemudaan, Relawan Damkar, serta TSAK yang ada di Palangka Raya, Kamis (25/07).
Selesai gelar apel siaga gabungan, kegiatan dilanjutkan dengan arahan dan pembekalan kepada satgas gabungan siaga darurat pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan.
Pembekalan yang dilaksanakan di GOR KONI bertujuan untuk memberikan motivasi dan bagaimana mengoptimalkan peran satgas dalam memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat tentang akibat kebakaran hutan dan lahan terhadap kehidupan serta lingkungan.
Dalam sambutannya, Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran mengatakan bahwa dampak dari kebakaran hutan sangat mengganggu roda pemerintahan dan ekonomi, jangan sampai kejadian kebakaran hutan dan lahan beberapa tahun yang lalu terulang kembali serta mengganggu semua aktifitas dan kegiatan di Kalteng.
Hal yang sama juga disampaikan oleh tenaga ahli dari BNPB Pusat, bahwa imbas asap yang ditimbulkan karena kebakaran bukan hanya akan mengganggu kehidupan pada masyarakat saja, akan tetapi juga imbas nya berdampak luas dan bahkan sampai mengganggu penerbangan serta negara tetangga.
Sementara itu motivator Aqua Dwi Payana mengatakan, bukan hanya sebuah keberanian dan mental saja dalam melaksanakan dan menjalankan tugas, akan tetapi juga diperlukan kesabaran dalam penanganannya.
Lanjutnya lagi bahwa kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menguras tenaga dan pikiran tetapi juga jiwa dan emosi petugas yang ada dilapangan, karena yang dihadapi adalah kondisi alam dan struktur tanah yang sebagian besar adalah gambut.
Terakhir menurutnya, tugas ini harus dibarengi dengan sebuah kewajiban dan anggap sebagai sebuah ibadah serta kesadaran dalam pelaksanaannya.
Saat di minta keterangan terkait kesiapan dan bantuan yang diberikan oleh pusat dalam hal penanganan dan pencegahan kabakaran, Komarudin mengatakan “Pusat selalu intens dalam hal permasalahan kebakaran hutan dan lahan, selain itu juga bantuan beberapa helikopter bomber water untuk membantu pemadaman,” ucapnya.
Sementara itu Dansatgas penanganan dan Karhutla Danrem 102/Pjg Kol. Arm. Syaiful Rizal mengatakan, penggunaan helikopter bomber water disesuaikan dengan keperluan dilapangan, apabila akses tidak dapat di tempuh lewat darat.
“Yang pasti yang harus diutamakan adalah dengan dibentuknya sebuah pokja dalam hal penanggulangan ini, dalam artian tugas mereka adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang akibat membakar lahan,” terangnya.(Dmt/Lsn)












