Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Katingan; Firdaus ST
Kasongan, Media Dayak
Komisi I, II dan III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan melakukan studi banding ke DPRD Kabupaten Barito Kuala (Batola) dan DPRD Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), selama empat hari.
“Yaitu, sejak Selasa hingga Jum’at,” kata Firdaus, sekretaris komisi II DPRD setempat, Rabu (9/9) via telpon seluler.
Adapun objek yang dijadikan untuk studi banding di dua Kabupaten tersebut, menurutnya disesuaikan dengan masing-masing komisi. “Kalau kami komisi II, obyeknya tentang pertanian, perikanan dan peternakan,” sebutnya.
Dari hasil studi banding itu nantinya, akan dilakukan hearing atau Rapat Dengar pendapat (RDP) dengan mengundang Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Katingan beserta jajarannya.
Legislator Partai Amanat Nasolional (PAN) ini mengatakan, tujuan RDP untuk mensinergikan antara hasil studi banding dengan yang dikerjakan oleh Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Katingan selama ini.
Sehingga, lanjutnya, ilmu yang diperoleh dari hasil studi banding di dua Kabupaten tersebut diharapkan dapat pula diterapkan di Kabupaten Katingan. “Bukan hanya di sektor pertanian saja, tapi juga di sektor perikanan dan peternakan,” tukasnya.
Khusus untuk sektor pertanian di Kabupaten Batola dan Kabupaten Banjar, menurutnya baik dari sisi kuantitas maupun kualitasnya sangat luar biasa. Begitu pula sektor peternakan ayam petelur, pedaging, burung puyuh petelur dan pedaging serta unggas lainnya.
Khusus untuk ayam pedaging (broiler), telur ayam ras dan daging daging burung puyuh beserta telurnya, di Kabupaten Katingan ini menurutnya pangsa pasarnya sangat berpeluang besar. “Pasalnya, hampir 100 persen telur ayam ras dan telur burung puyuh yang dikonsumsi masyarakat kita, diimpor dari Banjarmasin dan Palangka Raya, bahkan dari luar pulau,” aku anggota dewan asal dapil Katingan II ini. (Kas/aw)













