DPRD Dorong Pemerintah Buka Lapangan Pekerjaan Di Wilayah Pelosok

 Hj. Agus Susilasani

Bacaan Lainnya

Palangka Raya, Media Dayak

       Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) merupakan Provinsi terbesar yang memiliki luas satu setengah kali pulau Jawa dengan beragam potensi dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya. Namun disamping memiliki potensi dan kekayaan alam melimpah, salah satu kendala yang saat ini harus menjadi perhatian bersama adalah masih minimnya ketersediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Oleh karena itu, DPRD Provinsi Kalteng berharap kepada Pemerintah agar bisa melihat peluang serta potensi dari suatu daerah, untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat khususnya yang teletak di wilayah pedesaan.

Menurut anggota DPRD Kalteng, Hj. Agus Susilasani, salah satu potensi yang dapat didorong oleh pihak Pemerintah daerah adalah bidang pertanian dan perkebunan. Pasalnya, bidang pertanian dan perkebunan, dianggap cukup menjanjikan untuk kesejahteraan masyarakat di wilayah pelosok dan hal tersebut tentunya harus mendapat dukungan dari Pemerintah baik dari segi ketersediaan fasilitas serta anggaran.

“Pemerintah harus jeli melihat potensi suatu daerah atau wilayah, sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat. Salah satunya seperti dibidang pertanian dan perkebunan, karena 2 bidang ini bisa dikatakam cukup memnjanjikan bagi kesejahteraan masyarakat namun tetap harus disertai dengan dukungan berupa ketersediaan fasilitas dan anggaran yang memadai, agar potensi di 2 bidang ini bisa tergali secara maksimal.”Ucap Agus Susilasani, saat dibincangi media ini di Gedung Dewan, jalan S.Parman, Rabu (13/3) kemarin.

Selain dibidang pertanian dan perkebunan, Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng IV, meliputi Kabupaten Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara dan Murung Raya ini juga berharap, agar Pemerintah juga mendukung masuknya investasi di Bumi Tambun Bungai. Paslanya selain mempercepat lajunya roda perekonomian, masuknya investasi juga bermanfaat untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.

Namun, sambung Srikandi dari Fraksi Partai Nasdem ini, masuknya investasi tersebut juga harus disertai dengan keberpihakan investor kepada masyarakat, dengan cara lebih mengutamakan perekrutan tenaga kerja lokal, dibandingkan perekrutan tenaga dari luar daerah. Pasalnya, kemampuan masyarakat lokal, juga mampu bersaing apabila diberikan pelatihan-pelatihan melalui kerjasama antara Pemerintah dan Perusahaan Besar Swasta (PBS).

“Kalau bisa perizinan untuk berinvestasi di Kalteng lebih dipermudah, karena dengan masuknya investasi, akan berdampak positif yaitu terbukanya lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Dengan catatan, investor lebih mengutamakan perekrutan tenaga lokal dibandingkan tenaga dari luar daerah, karena masyarakat kita tidak kalah dari segi kemampuan dengan tenaga dari luar daerah, apabila diberikan pelatihan – pelatihan melalui kerjasama antara Pemerintah dan PBS.”Pungkas wakil ketua Komisi D, yang membidangi Infrastruktur dan ketenagakerjaan ini.(Nvd)

image_print

Pos terkait