FOTO BERSAMA – Kepala Dinas Kesehatan Apendi bersama seluruh jajarannya saat berfoto bersama pada pertemuan Diseminasi dan Konsultasi Publik Rencana Aksi Daerah Percepatan Penurunan Stunting yang berlangsung di Ballrom Hotel Permata Inn Kuala Kapuas, Senin (16/11/2020).(Media Dayak/ hmskmf)
Kuala Kapuas , Media Dayak
Penanganan stunting adalah suatu langkah penting yang dilaksanakan Pemerintah Daerah Kabupaten, dimana secara bersama-sama melakukan konfirmasi, sinkronisasi, dan sinergitas hasil analisis situasi serta penyusunan rancangan rencana kegiatan dari perangkat daerah penanggung jawab layanan ditingkat Kabupaten dengan Kecamatan, Puskesmas dan Pemerintah Desa terutama dukungan dari tim Konvergensi Pencegahan dan Penanganan Stunting Kabupaten Kapuas yang memfasilitasi 8 aksi konvergensi.
Salah satu aksi yang menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan adalah aksi 6 yaitu pengukuran dan publikasi data, dengan angka stunting yang didapatkan dari data Elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM). Berdasarkan hal tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas menggelar pertemuan Diseminasi dan Konsultasi Publik Rencana Aksi Daerah Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2020.
Kegiatan yang berlangsung di Ballrom Hotel Permata Inn Kuala Kapuas, Senin (16/11/2020) diikuti oleh seluruh Kepala Puskesmas se Kabupaten Kapuas yang berjumlah 26 Puskesmas dan 6 orang petugas Enumerator dari Puskesmas. Acara yang dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Apendi, SKM, MM serta seluruh jajarannya dengan penyelenggara kegiatan adalah Bidang Kesehatan Masyarakat Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi
Dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan, Apendi mengharapkan keseriusan dari seluruh Kepala Puskesmas yang ada, agar bisa mencapai target percepatan penanganan stunting.
“Dengan memastikan 11 parameter mencapai target diatas 95%, menggiatkan kegiatan Inovasi Ketuk Pintu Sehat Kurangi Stunting (Ketupat Kuning) yang terintegrasi dengan Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga (PIS-PK),” ujarnya.
Kepala Kepala Puskesmas, Apendi juga mengharapkan agar lebih memperhatikan program prioritas dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang ada agar kinerja di bidang kesehatan lebih fokus dan tepat sasaran. (hmsdinkes/hmskmf/Lsn)












