Korban Mr (25), warga Jalan Arah Samba Km 4,5 Desa Hampalit Kecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan yang diduga bunuh diri dengan cara gantung diri, Kamis (30/7) kemaren, dirumahnya sendiri. (Media Dayak/Kas/Rsn)
Kasongan, Media Dayak
Diduga bunuh diri dengan gantung diri, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial Mr (25) warga Desa Hampalit kecamatan Katingan Hilir, tepatnya di Jalan arah Tumbang Samba KM 4,5 Kabupaten Katingan, tewas di rumahnya sendiri, Kamis (30/7) sekitar pukul 11.00 wib kemaren.
Demikian dikatakan, Kapolres Katingan, AKBP Andri Siswan Ansyah melalui Kasat Reskrim setempat, Iptu Adhy Heriyanto kepada sejumlah media, Jum’at siang (31/7).
Kronologis kejadian, menurutnya, korban pada hari Kamis (30/7) sekitar pukul 10.00 wib, saat berada di rumah mertuanya yang jaraknya tidak jauh dari rumahnya terjadi cekcok mulut dengan suaminya bernama M Munawir. “Konon, permasalahannya lantaran listrik di rumahnya padam, sehingga saat ingin tidur, tidak bisa menghidupkan kipas angin yang berdampak terhadap panasnya suasana dirumahnya,”kata Adhy.
Kemudian, Munawir, sang suaminya itu menyuruh korban pulang ke rumahnya untuk memasak. Meskipun korban mau disuruh pulang oleh suaminya ke rumahnya pada pukul 10.00 wib itu, namun korban saat mau pulang sambil marah-marah.
Selang 1 jam kemudian, yaitu pada pukul 11.00 wib, suami korban (Munawir) pulang ke rumahnya dengan maksud untuk makan siang. Sesampainya di rumahnya, suami korban mendapati pintu rumahnya terkunci. Oleh karena terkunci, sang suami ini mencoba untuk mengetuk pintu. ”Oleh karena diketuk pintunya beberapa kali, juga tidak ada jawaban dari dalam, sehingga pintunya didobraknya dari pintu luar,”jelasnya.
Setelah pintunya terbuka, dan mencoba masuk ke dalam rumah sambil mencari isterinya, tapi tidak ada sahutan sana sekali. Setelah ke ruangan dapur, sang suami baru menemukan isterinya. Namun sang suami agak terkejut melihat isterinya dalam kondisi tergantung di rangka atap rumah dengan seutas tali tambang kecil warna hijau. “Sementara di disampingnya ditemukan pula anaknya yang masih bayi berusia sembilan bulan terbaring di lantai,”sebutnya.
Setelah mengetahui keadaan seperti itu, sang suami segera mengambil kursi plastik dan sebilah parang dengan maksud untuk memotong tali tambang yang digunakan oleh istrinya itu sebagai tali gantung diri.
Setelah memotong tali dan menurunkan dari gantungan tersebut, lanjutnya, ternyata istrinya itu sudah tak bernyawa lagi. Oleh karena kondisi seperti itu, sang suami ke rumah orangtuanya yang tidak jauh dari rumahnya itu, guna memberi tahu dan meminta pertolongan. “Setelah mengetahui keadaan seperti itu, para tetangga di sekitar rumahnya membantu untuk melaporkan kejadian tersebut kepada aparat Kepolisian di Polres Katingan,” tandasnya.
Begitu laporan di terima, pihaknya langsung mendatangi TKP, dan mengumpulkan barang bukti serta mencari saksi-saksi disekitar TKP .”Barang bukti yang kita amankan, diantaranya 1 buah tali warna hijau, 1 buah celana panjang warna hitanmotif kotak-kotak, 1 buah baju warna biru dan 1 bilah parang untuk memotong tali gantung,”jelasnya, seraya mengevaluasi korban ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (Kas/Rsn)













