Dewan Dukung Belajar Tatap Muka

Sugianto anggota DPRD Kabupaten Katingan, saat mengunjungi sejumlah tenaga pendidik di SD – SMP Satu Atap Rangan Kawit kecamatan Katingan Hulu, dalam rangka reses pekan lalu. (Media Dayak/Ist)

Kasongan, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan, sangat mendukung adanya sekolah yang menerapkan proses belajar mengajar dengan cara tatap muka. “Hal ini kita temui di SD – SMP Rangan Kawit kecamatan Katingan Hulu, saat melakukan reses pekan lalu,” kata Sugianto SH, anggota DPRD setempat kepada sejumlah media, Jum’at (9/10/2020) lalu.

Karena, khusus untuk di sekolah tersebut menurut Sugianto termasuk wilayah kecamatan Katingan Hulu yang sejak Maret hingga Oktober 2020 ini, termasuk salah satu wilayah yang tidak pernah warganya terinfeksi wabah covid-19. “Maksudnya, wilayah kecamatan tersebut masuk zona hijau,” sebutnya.

Disamping itu, di wilayah yang masuk bagian hulu Katingan yang berada di Utara itu, sampai saat ini menurutnya tidak memiliki jaringan internet. Sehingga, banyak sekolah di situasi pandemi covid-19 ini tidak bisa menerapkan proses belajar mengajar dengan sistem darring atau online.

Bahkan, lanjutnya, ketika ingin menerapkan proses belajar-mengajar nya dengan sistem jemput bola pun sangat …. dan sangat kesulitan. Pasalnya, jarak antara rumah tenaga pendidik (guru) ke rumah siswanya terlalu jauh, harus menggunakan transportasi kelotok, tidak bisa menggunakan kendaraan roda dua. “Sehingga dikhawatirkan banyak siswa yang tidak bisa menimba ilmu dari gurunya,” jelas anggota dewan asal dapil Katingan III yang meliputi wilayah kecamatan Katingan Tengah hingga Bukit Raya ini.

Meskipun proses belajar-mengajarnya menerapkan tatap muka, namun dirinya membenarkan, saat melihat langsung kegiatan proses belajar mengajar di sekolah tersebut tetap mentaati protokol kesehatan. “Mereka, baik guru maupun siswanya selalu memakai masker,” akunya.

Bahkan, ketika berada di sekolah tersebut, sekolah yang bersangkutan selain menyediakan peralatan cuci tangan dan sabun dengan air mengalir, juga membatasi siswanya ketika berada di ruangan (kelas) dalam proses belajar-mengajar. “Selamat belajar, selamat menimba ilmu dan semoga tetap dalam keadaan sehat wal Afiat,” harap legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini. (Kas/Lsn)

image_print

Pos terkait