Dalam Penilaian ada Tiga Kriteria yang Dinilai di Tari Japen

 

PENARI JAPEN-Para penari Japen ketika tampil di depan para dewan juri yang menilai dari tiga kriteria penilaian pertama wirasa, kedua wiraga dan ketiga wirama, di arena Tiara Batara Muara Teweh, Sabtu (20/8/2022).(Media Dayak/Lana)

Bacaan Lainnya
 

Muara Teweh, Media Dayak

Lomba tari Japen yang diselenggarakan oleh DPD Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Kabupaten Barito Utara (Barut) dan organisasi wanita lainnya di daerah ini, di Arena Tiara Batara Muara Teweh dalama rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke 77 RI tahun 2022, diikuti sebanyak 31 grup Tari Japen.

 

Menurut salah salah satu dewan juri yang ikut menilai dalam lomba Japen tersebut, Lisda Riwayat mengatakan bahwa dalam penilaian Tari Japen yang dilombakan ini ada tiga kriteria penilaian yang diambil, Wirasa, Wiraga dan Wirama.

 

Wirasa (ekspresi) adalah penjiwaan, penghayatan dan pengekspresian gerak dalam tari yuang dibawakan. Wiraga (gerak) berarti raga atau penampilan gerakan para penari sat membawakan Tari Japen. Wirama (ritme) adalah irama atau gerakan agar selaras untuk mencapai keharmonisan,” kata dia, Sabtu (20/8/2022).

 

Dalam penilaian Tari Japen ini ada tiga juri yang menila yaitu Doni dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparopra) Barito Utara, Lisda Riwayat guru SMAN 2 Muara Teweh dan H Zarkasi yang merupakan tokoh tari Japen di Barito Utara.

 

Diungkapkan Waway, dari 31 grup Tari Japen dari berbagai Desa dan Kelurahan di wilayah Kabupaten Barito Utara ini, dalam 1 (satu) grup terdiri dari empat orang baik laki-laki maupun perempuan dan diberi waktu selama 5 (lima) menit membawakan tari japen.

 

Ketua IPEMI Barito Utara Hj Nety Herawati menhgarapkan dengan diadakannya lomba Tari Japen ini warga masyarakat di Kabupaten Barito Utara bisa melestarikan budaya tradisional Tari Japen warga Dayak di Barito Utara khususnya Kalimantan Tengah pada umumnya.

 

“Dengan diadakannya lomba tari Japen ini diharapkan kebudayaan lokal tari dari suku Dayak yang ada di daerah kita ini tidak hilang dengan pesatnya teknologi di era digital yang serba moderen,” kata Hj Nety yang juga anggota DPRD Barito Utara ini.(lna/Lsn)

 

 
 
image_print

Pos terkait