DAD Dukung Suksesnya UNBK  Agustiar : Kearifan Lokal Masuk Sekolah

Plh Sekda Kalteng Sapto Nugroho saat memberikan paparan di acara Pembekalan kepada kepala SMA/SMK/SLB dalam pelaksanaan UNBK dan USBNK Provinsi Kalteng Tahun pelajaran 2018/2019 di Istana Isen Mulang, Selasa (12/3).(Media Dayak/Yanting)

Bacaan Lainnya

Palangka Raya, Media Dayak

        Dewan Adat Dayak (DAD) mendukung  penuh suksesnya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (USBN- BK) pelajaran 2018/2019.

Sebagai bentuk dukungan penuh DAD, pihaknya siap bersama-sama pemerintah daerah berkordinasi terkait pelaksanaan UNBK dan USBN-BK yang dilaksanakan pada akhir Maret dan April itu.

”Ini kegiatan penting silaturahmi kepala sekolah (Kepsek) SMA/SMK dan SLB dan jajaran Dinas Pendidikan 14 kabupaten/kota. Dengan kordinasi intensif maka semua persoalan menyangkut pendidikan bisa atasi bersama-sama. Baik terkait keluhan fasilitas komputer, PLN dan  pengajian honorer,” kata Agustiar, Selasa (12/3).

Apa keluhan Kepsek, jelas Agustiar bisa sampaikan dalam kordinasi ini.  Untuk bisa dipecahkan bersama dicarikan solusi agar persoalan diatasi sehingga pelaksanaan UNBK dan USBN-BK berjalan lancar.

Sebagai Ketua DAD berharap UNBK dan USBNBK tidak ada persoalan di lapangan, anak-anak murid bisa mengerjakan soal dengan nyaman, tanpa diganggu persoalan teknis lainnya.

Kakak kandung, Gubernur Kalteng itu mengatakan, sebagai Ketua DAD meminta kepada Dinas Pendidikan berserta jajaran dan Kepsek agar bisa mengajarkan budaya kearifan lokal. Apa itu, seperti tarian tradisional Suku Dayak, Melayu di sekolah. 

“Budayatarian khas harus dipelihara dan diajarkan agar jangan asing di anak-anak kita,” ucapnya. 

Dia mengatakan, kearifan lokal, kultur sosial budaya dan politik serta ahlak moral , perlu  diajarkan di sekolah-sekolah. Tugas dari guru-guru bisa mengajarkan kearifan lokal di  disekolah agar generasi muda bisa terarah jalan hidupnya.

Sehingga anak murid bisa menghormati guru, pendidik  sehingga  tidak lagi ada benturan  murid dengan guru karena hal-hal sepele tetapi dibesar-besarkan. Ahlak dan budaya penting dijabarkan di sekolah. Sehingga tidak ada  anak murid memukul guru atau mempolisikan guru karena hal-hal tidak sebenarnya tidak perlu dilakukan. 

“Tarian-tarian tradisional Dayak dan Melayu harus diberikan dalam kegiatan ekstrakulikuler sehingga generasi bisa mengenal tarian ini mereka bisa menampilkan tarian khas ini dalam setiap perpisahan sekolah,” kata Agustiar.

Tarian tradional harus dijaga dan diajarkan sehingga  tarian tetap terpelihara,  anak mendapat bisa menari terus mengajarkan kepada lain  tetap ada  diminati genersi muda kedepannya.

Sementara itu, Plh Sekda Kalteng Sapto Nugroho mengatakan, sangat setuju ketua DAD agar budaya kearifan lokal bisa diajarkan di sekolah melalui ekstrakulikuler. Budaya tarian,  lagu kerunggut dll tetpa terjaga dan tidak punah.

Untuk kesuksesan UNBK dan USBN-BK mulai dari sekarang, Kepsek dan Dinas Pendidikan  melobi PLN setempat. Bikin surat permohonan agar di sekolah yang sedang UNBK dan USBN-BK tidak mati listriknya.(Ytm/Lsn)

image_print

Pos terkait