Bupati Kembali Serahkan SK Petani Plasma

Bupati Gumas Jaya Samaya Monong dan Wabup Efrensia L.P Umbing menyerahkan secara simbolis SK petani peserta kebun plasma yang bermitra dengan PT.BAP dan PT.PMM kepada Camat Sepang Sayusdi dan Camat Rungan Penyang D.Masal di Gedung Christian Centre,Sabtu (25/5). (Media Dayak/Novri JKH)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Dipenghujung akhir masa jabannya bersama Wakil Bupati Efrensia L.P Umbing, Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong kembali menyerahkan Surat Keputusan (SK) petani peserta kebun plasma. Kali ini kepada petani peserta kebun plasma yang bermitra dengan PT.Bumi Agro Prima dan PT.Prasetya Mitra Muda di Gedung Christian Centre,Sabtu (25/5).

 

“Dengan ditetapkannya SK ini,warga petani plasma yang berada di sekitar perkebunan PT.Bumi Agro Prima dan PT.Prasetya Mitra Muda sudah memiliki pegangan secara hukum, dan itu menjadi dasar untuk pembagian sisa hasil usaha dari kebun plasma yang ada,”kata Jaya didampingi Wakil Bupati Efrensia L.P Umbing.

 

Menurutnya,dengan penetapan kemitraan plasma yang didasari keputusan kementerian terkait, maka pengelolaan lahan minimal dua puluh persen dari plasma tersebut harus diberikan ke warga yang berada disekitar area perusahaan, sehingga berdampak dari segi ekonomi, pendidikan, kesehatan maupun infrastruktur.

 

“Kemitraan yang telah terbangun antara perusahaan,petani plasma dan koperasi,dapat berjalan sesuai dengan sistem dan ketentuan yang berlaku, sehingga ke depan apa yang telah dibangun berjalan baik dan sehat dan saling menguntungkan,”tegas Jaya.

 

Figur yang akan mengakhiri jabatannya bersama Wakil Bupati Efrensia L.P Umbing 28 Mei 2024 mendatang berharap PT.Bumi Agro Prima dan PT.Prasetya Mitra Muda  dalam pola kemitraan yang sudah terjalin tidak hanya sebatas kemitraan kebun plasma semata, namun bagaimana ke depan sistem kemitraan-kemitraan lainnya juga bisa dikembangkan dengan melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dimiliki oleh pemerintahan desa yang berada di sekitar lokasi kerja kedua perusahaan.

 

Ia mengaku dalam mewujudkan kepatuhan perusahaan besar swasta sektor perkebunan terkait kewajibannya dalam hal petani peserta kebun plasma bukanlah hal mudah. Untuk PT.Bumi Agro Prima dan PT.Prasetya Mitra Muda sudah pernah mendapatkan surat peringatan (SP) 1,SP 2 dan SP 3, sebelum pada akhirnya kedua perusahaan patuh melaksanakan kewajibannya membangun kebun plasma 20 persen dari kebun inti.

 

“Memang tidak mudah mewujudkan hal itu [petani peserta kebun plasma],semuanya butuh waktu dan proses serta komunikasi yang baik yang saling memberi kemanfaatan bagi perusahaan dan masyarakat,”tuturny.

 

Ditambahnya, sejak dirinya dan Efrensia L.P Umbing dilantik menjadi bupati dan wabup Gumas,selain concern pada pembangunan smart agro,smart human resouses, smart tourism dan pilar infrastruktur, keduanya juga concern pada kepatuhan perusahaan besar swasta sektor perkebunan yang ada di Gumas pada kewajibannya membangun kebun plasma.

“Selalu kita ingatkan kepada mereka [PBS] agar menjalankan investasi di wilayah ini dengan clear and clean,yaitu lengkap perizinan, serta kebun plasma, CSR,dan AMDAL dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,”pungkas Jaya.

 

Petani peserta kebun plasma yang bermitra dengan PT.Bumi Agro Prima dan PT.Prasetya Mitra Muda, yakni beberapa desa di wilayah Kecamatan Sepang,Mihing Raya, Rungan dan Manuhing.  (Nov/Lsn)

 

 

 

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait