Plt Kadis Sosial Gumas A Alfred Segah.(Media Dayak/Ist)
Kuala Kurun, Media Dayak
Tokoh agama, tokoh masyarakat dan wartawan yang ada di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menjadi terdampak pandemi virus Corona (Covid).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas pun tak tutup mata, dan bakal memberikan bantuan.
“Bantuan sosial tunai (BST) dari Pemerintah Kabupaten Gunung Mas diberikan kepada hampir 6.300 KPM (Keluarga Penerima Manfaat), terdiri dari tokoh agama dan tokoh masyarakat se Gunung Mas serta wartawan PWI Gunung Mas,” kata Plt Kepala Dinas (Kadis) Sosial Gumas A Alfred Segah, Rabu(15/7/2020).
Penerima BST tahap pertama, lanjut Segah, sebanyak 4.200 KPM. Persiapan penyaluran saat ini mencapai 70 persen. Verifikasi dan validasi data KPM penerima BST terus dilakukan.
“Beberapa kecamatan masih melakukan verifikasi dan validasi data. Pak Bupati menginginkan BST tepat sasaran. BST berupa uang tunai sebesar Rp 500.000, untuk tiga bulan,” ujarnya.
Penyaluran BST, tambah dia, dilakukan melalui Bank Kalteng. Penerima BST membawa identitas diri berupa KTP dengan menggunakan masker serta menjaga jarak.
“BST tahap kedua disalurkan setelah penyaluran BST tahap pertama rampung. Waktu penyaluran nantinya akan disampaikan, salah satunya melalui media,” tukasnya.

Anggota DPRD Gumas, Pdt Rayaniatie Djangkan,M.Th.(Media Dayak/Novri JK Handuran)
Terpisah, anggota DPRD Gumas Pdt Rayaniatie Djangkan menyambut baik penyaluran BST tahap pertama 25 Juli mendatang untuk tokoh agama, tokoh masyarakat dan wartawan.
“Kami (DPRD) mendukung dan mengapresiasi, karena memang tokoh agama, tokoh masyarakat dan wartawan, juga terdampak Covid-19. Mereka perlu diperhatikan,” kata Raya.
Legislator 3 periode itu berharap, penyaluran BST nantinya berjalan lancar dan tepat sasaran. Verifikasi dan validasi data KPM penerima BST, ia nilai sangat tepat, untuk menjamin penerima BST tepat sasaran.
“BST Rp 500 ribu kiranya dapat membantu di tengah keadaan saat ini. Dengan berdoa dan melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, kita yakin daerah ini akan bisa kembali menjadi zona hijau penyebaran Covid-19,” ujar Raya. (Nov/Lsn)













