BI Kalteng Ungkap Kunci Pemulihan Ekonomi Tahun 2021

Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah; Rihando

Palangka Raya, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah mengungkapkan hal yang menjadi kunci dalam pemulihan ekonomi daerah setempat pada tahun 2021.

“Sinergisme dan optimisme menjadi kunci pemulihan ekonomi provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 2021,” kata Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Rihando dalam siaran pers yang diterima mediadayak.id, Senin (11/1).

Rihando menyatakan, beberapa indikator ekonomi daerah sampai dengan akhir tahun 2020, baik dari sisi permintaan maupun penawaran, menunjukkan adanya perbaikan dengan potensi pertumbuhan ke depan yang perlu disambut dengan optimis dan sinergis.

Momentum pemulihan ekonomi daerah, diprakirakan berlanjut pada tahun 2021 dan perlu dijaga secara berkesinambungan melalui sinergi membangun optimisme antar pihak yang didukung oleh komunikasi kuat oleh media.

Beberapa indikator pemulihan tahun 2021 telah terlihat, yaitu adanya vaksin COVID-19, terjaganya mobilitas masyarakat, pemulihan ekonomi negara partner dagang dan program pemerintah dalam berbagai sektor.

“Vaksinasi COVID-19 akan menjadi game changer pemulihan ekonomi tahun 2021. Namun efektivitasnya akan tergantung dari penerapan protokol COVID-19 yang disiplin dan ketat oleh masyarakat,” terang Rihando.

Selama masa vaksinasi, Rihando mengatakan, akan dibutuhkan waktu dalam distribusi dan proses vaksinasi kepada seluruh warga negara. Sehingga, melalui vaksinasi yang disertai dengan protokol COVID-19 yang baik, akan menjaga keberlangsungan mobilitas masyarakat, menciptakan aktivitas ekonomi, mendorong konsumsi dan meningkatkan permintaan yang lebih baik.

Selain itu, dari sisi eksternal pemulihan ekonomi daerah akan terjadi seiring dengan pemulihan ekonomi negara partner dagang yang telah terjadi lebih dahulu meskipun tidak sebesar kondisi sebelum pandemi.

Komoditas ekspor yang akan memberikan dampak pada neraca perdagangan luar negeri Provinsi Kalimantan Tengah yaitu batubara dan CPO.

Demikian juga program nasional food estate, apabila berjalan dengan lancar diprakirakan memberikan multiplier effect yang besar bagi perekonomian daerah baik dari sisi konsumsi, investasi maupun ekspor-impor.

“Berdasarkan hal tersebut, Mari bersinergi membangun optimisme pemulihan ekonomi demi masa depan yang lebih baik,” tutup Rihando.(rls/aw)

image_print

Pos terkait