Bentuk Kepedulian PT Indexim Utama Terhadap Adat Istiadat Masyarakat Setempat

FOTO : Damang Kepala Adat Kecamatan Gunung Purei Sahayuni (tengah), dari kiri Hardiwan (mewakili Camat), Hison, H. Supri Muyono (Wakil General Manager), Jhon Kenedi mewakili Ketua DAD Barito Utara saat penyampaian sambutan pada acara  dua ekor kerbau, Sabtu (12/2/2022) pekan lalu. (Media Dayak/ist)

Muara Teweh, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Perusahaan pemegang hak pengusahaan hutan (HPH) PT Indexim Utama yang beroperasi sejak tahun 1975 di wilayah Desa Muara Mea, Kecamatan Gunung Purei Kabupaten Barito Utara, sukses menyelenggarakan dua ritual keselamatan berupa acara ritual Gomek dan acara ritual Buntang yang dilaksanakan bersama lembaga adat seperti Damang Kepala Adat (DKA) Kecamatan Gunung Purei serta masyarakat adat Desa Muara Mea.

Wakil General Manager PT Indexim Utama, H Supri Muyono menyampaikan, bahwa pihaknya baru saja menyelesaikan dua ritual keselamatan yang diselenggarakan seperti ritual Gomek dan ritual Buntang yang dilaksanakan di Rumah Betang Olo Lio Desa Muara Mea.

“Kedua acara tersebut kita laksanakan sampai dengan pemotongan tiga ekor kerbau yang kepanitiaannya berasal dari warga di Kecamatan Gunung Purei dan warga Desa Muara Mea sendiri,” kata Supri Muyono didampingi Manager Camp Drs Awiandi Tanseng dan Kabag Humas dan SDM Susilo, Sabtu (19/2).

Ia juga menyampaikan, untuk ritual Gomek dilaksanakan dari tanggal 14 sampai 22 Desember 2021 lalu sebagai bentuk permohonan maaf kepada para roh leluhur atas permasalahan penebangan kayu di Hutan Gunung Peyuyan dan Gunung Penyenteau yang disakralkan oleh masyarakat Agama Hindu Kaharingan di Desa Muara Mea.

Kemudian acara lanjutan ritual selamatan Buntang sempat terjeda beberapa waktu, karena mempersiapkan segala keperluan, sehingga baru terlaksana pada tanggal 4 sampai 12 Februari 2022 dengan tempat penyelenggaraan yang sama yaitu di Rumah Betang Olo Lio.

“Ritual Buntang ini merupakan bentuk permohonan keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, agar semua masyarakat khususnya Desa Muara Mea serta masyarakat di Kecamatan Gunung Purei dan masyarakat Kabupaten Barito Utara pada umumnya diberikan kesehatan dan keselamatan tanpa ada musibah dan bencana yang akan menimpa di wilayahnya,” jelas Supri panggilan akrabnya.

Supri juga menegaskan, dengan dilaksanakan ritual Gomek dan Buntang ini, diharapkan tidak ada lagi bentuk tuntutan serupa dari pihak manapun. “Dan kami memohon kepada masyarakat Agama Hindu Kaharingan serta masyarakat adat, semoga tidak ada lagi bentuk tuntutan serupa atau hal lain menyangkut Gunung Peyuyan dan Penyenteau, mari kita sama-sama fokus kepada upaya membangun kebersamaan dalam rangka mewujudkan legalitas hutan adat Gunung Peyuyan dan Gunung Penyenteau. Sebagaimana impian masyarakat Adat setempat,” jelasnya.

Karena PT Indexim Utama sejak awal selalu peduli dan menghormati adat istiadat daerah setempat. Hal itu terbukti sebelum pelaksanaan penebangan, perusahaan selalu melaksanakan ritual adat selamatan blok yang dilaksanakan oleh pemangku adat setempat.

“Kita berharap masyarakat Desa Muara Mea dan sekitarnya dapat saling mendukung semua program dan kegiatan PT Indexim Utama sepanjang sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. “Kita dari PT Indexim Utama akan siap dan selalu membantu masyarakat disekitar hutan di Kecamatan Gunung Purei melalui Program Bina Desa,” pungkasnya. (lna/Lsn)

image_print

Pos terkait