Asisten II, Setda Katingan Ahmad Rubama saat menyampaikan sambutannya pada acara sosialisasi UU Nomor 8 tahun 2019 tentang penyelenggaraan ibadah haji dan umroh di hadapan para tokoh agama Islam dan Calon Jemaah Haji di Katingan, Rabu (2/12), di aulah Kemenag Kabupaten Katingan. (Media Dayak)
Kasongan, Media Dayak
Asisten II Setda Kabupaten Katingan yang membidangi perekonomian dan pembangunan Ir Ahmad Rubama MT membuka sosialisasi penyelenggaraan ibadah haji dan umroh, Rabu pagi (2/12), di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Katingan.
Acara sosialisasi ini, juga dihadiri pula oleh Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Katingan beserta jajarannya. Sedangkan pesertanya terdiri dari, sejumlah organisasi masyarakat Islam, seperti ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PC NU), PP Muhammadiyah, Muslimat NU, Fatayat NU dan GP Ansor. Lainnya ada dari Aisiyah, Nasiyah, dan gerakan pemuda Muhammadiyah serta pengurus Dewan Masjid Indinesia (DMI) Kabupaten Katingan.
Asisten II Setda Katingan Ahmad Rubama dalam sambutannya mengatakan, di situasi pandemi Covid-19 saat ini, hampir semua kegiatan tidak bisa berjalan sebagaimana biasanya. “Termasuk salah satunya melaksanakan ibadah haji,” sebutnya.
Sebagaimana kita ketahui bersama, di tahun 2020 ini pemerintah melalui Keputusan Menteri Agama RI Nomor 494 tahun 2020 menurut Rubama pemerintah telah memutuskan untuk tidak memberangkatkan jamaah haji Indonesia ke tanah suci Makkah.
Hal ini, menurut dia sebagai imbas dari pandemi Covid-19 yang sudah menyebar ke seluruh penjuru dunia termasuk Arab Saudi, sejak Maret hingga Desember 2020. “Keputusan pemerintah ini tentu saja dengan pertimbangkan banyak hal, yaitu, disamping terkait kesehatan para jemaah, juga waktu persiapannya tidak cukup. Sehingga sampai tanggal 1 Juni 2020 tidak ada keputusan resmi dari pemerintah Arab Saudi, ” katanya.
Akan tetapi, lanjutnya, dengan tertundanya jamaah haji yang berangkat tahun ini, semua pihak bisa mengambil hikmahnya. “Dengan hal ini jamaah haji bisa lebih memantapkan lagi manasik hajinya, pungkas mantan kepala Dinas Perhubungan ini. (Kas/Aw)











