Warga Desa Jamut Minta Penanganan Jalan Terus Dilanjutkan

Jalan dan jembatan yang berada di wilayah Desa Jamut, Kecamatan Teweh Timur terlihat rusak.(Media Dayak: Ist)

Muara Teweh, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Warga masyarakat Desa Jamut, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara (Barut) meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara agar terus melakukan penanganan jalan dan jembatan di daerah setempat.

Kepala Desa (Kades) Jamut, Sunar didampingi Sekretaris Desa (Sekdes) Jamut, Ucu Rosidi dan Kaur Pembangunan Pady mengatakan, Desa Jamut merupakan penghasil jagung, padi dan sayur-sayuran.

“Salah satu satu kendala untuk memasarkan hasil pertanian Desa Jamut yaitu infrastruktur jalan yang masih belum tertangani secara merata. Jalan menuju Desa Jamut ini kurang lebih sepanjang 7 kilometer dari persimpangan Jalan Negara dan ada beberapa titik jalan yang masih sulit dilewati, terutama saat musim penghujan,” kata Kades Jamut Sunar, Sabtu (31/8) pekan lalu.

Saat musim penghujan, Sunar menyatakan, salah satu solusi untuk mengatasi kerusakan jalan yang menjadi keluhan petani adalah dengan mengerahkan warga turun ke lapangan untuk memperbaiki kerusakan jalan di beberapa titik tersebut. “Hal ini sering kami lakukan, agar para petani di desa ini dapat membawa dan memasarkan hasil pertaniannya ke ibu kota Kabupaten,” ucapnya.

Sunar juga mengatakan, pada tahun 2019 ini jalan menuju Desa Jamut hanya dapat 100 meter yang dilakukan corrigit sebagai lanjutan pembangunan tahun sebelumnya dari Pemerintah Daerah. Untuk tahun 2020 pihaknya akan tetap mengusulkan perbaikan jalan dan jembatan ke Pemerintah Daerah. Usulan terkait perbaikan jalan dan jembatan tersebut sudah diserahkan melalui dinas terkait, dan tinggal menunggu persetujuan.

“Kami optimis, Pemkab Barito Utara akan mengabulkan permohonan yang kami usulkan di tahun 2020. Kami sangat mengharapkan jalan dan jembatan di desa Jamut mendapat prioritas perbaikan untuk tahun akan datang. Kondisi jalan dan jembatan yang menghubungkan Desa Jamut yang kondisinya sangat memprihatinkan,” jelasnya.

Kades Jamut menambahkan, ada satu jembatan kayu yang dibangun 20 tahun silam juga sudah dalam keadaan rusak. Lantai jembatan sudah banyak yang lepas. Paku lantai juga sudah menjadi ancaman bagi pengendara roda dua dan roda empat.

“Kalau tidak bisa menghindari paku yang sudah bermunculan, ban roda dua maupun roda empat akan gembos. Justru itulah kami harus ekstra hati-hati jika melewati jembatan yang saat ini rusak,” pungkasnya.(lna)

image_print

Pos terkait