Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kalteng, Riska Agustin. (Media Dayak/DPRD Kalteng)
Palangka Raya, Media Dayak
Wakil Ketua I DPRD Kalteng, Riska Agustin, menegaskan pentingnya membangun budaya peduli lingkungan melalui gerakan penghijauan. Ia menilai langkah tersebut perlu dimulai dari ruang pendidikan dan tempat kerja agar dampaknya terasa lebih luas.
Menurut Riska, sekolah merupakan sarana yang efektif untuk melatih generasi muda mengenal dan mencintai alam. Kegiatan menanam dan merawat pohon dinilai akan membuat siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi nyata menjaga bumi.
“Ketika anak-anak terlibat dalam menanam dan merawat tanaman, mereka belajar arti penting lingkungan yang sehat. Itu investasi jangka panjang bagi kehidupan mereka,” jelasnya, Jumat (12/9/2025).
Ia juga mengingatkan bahwa perkantoran dapat berperan aktif dalam gerakan hijau. Lingkungan kerja yang dipenuhi tanaman akan memberikan suasana lebih segar, nyaman, dan mendukung produktivitas pegawai.
Namun, menurut Riska, keberhasilan gerakan ini tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Partisipasi masyarakat, tenaga pendidik, maupun aparatur kantor menjadi faktor penting agar penghijauan tidak berhenti sebagai seremonial belaka. “Kalau semua komponen ikut andil, penghijauan bisa menjadi gaya hidup baru masyarakat kita,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya perawatan tanaman secara berkelanjutan. DPRD, kata Riska, mendorong agar kegiatan penghijauan selaras dengan kurikulum pendidikan lingkungan di sekolah, sehingga pembelajaran lebih membumi dan berkesinambungan.
Sementara itu, penerapan ruang hijau di kantor diharapkan dapat mengurangi polusi sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat sekitar. “Gerakan hijau bukan hanya soal pohon yang ditanam, melainkan kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian bumi. DPRD akan terus memberi dukungan bagi inisiatif ini,” pungkas Politisi Partai berlambang pohon beringin ini.(Ytm/Lsn)













