Waket DPRD Gumas Dukung Penutupan Posko Covid-19

Waket II DPRD Gumas Binartha saat reses perseorangan di dapil II baru-baru ini.((Media Dayak/Ist)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua (Waket) I DPRD Gunung Mas (Gumas), Binartha, menyatakan mendukung rencana penutupan semua posko pencegahan virus Corona
(Covid-19) di Gumas.

“Apa  yang disampaikan saudara Bupati bahwa berdasarkan hasil pantauannya serta hasil evaluasi Pemerintah Kabupaten Gunung Mas serta tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Gunung Mas, posko pencegahan Covid-19 yang ada di Gunung Mas kurang efektif dan efisien, sehingga akan ditutup awal bulan Juli 2020, saya sepakat dan mendukung,” ungkap Obin, panggilan karib Politikus Golkar itu, Kamis(25/06/2020).

Penutupan semua posko pencegahan virus Corona (Covid-19) di Gumas dan diganti dengan penguatan melalui sosialisasi dan penyadaran masyarakat di desa dan kelurahan secara kontinyu terkait bahaya Covid-19 dan  pencegahannya,
Obin nilai itulangkah yang tepat.

“Walau ditutup, pelaksanaan kegiatan pencegahan Covid-19 di wilayah ini tetap berjalan, dengan pola baru yang disampaikan saudara Bupati. Itu bagus, karena memangupaya pencegahan penyebaran Covid-19 di daerah ini jangan sampai terputus, sampai kita (Gumas) kembali ke zona hijau penyebaran Covid-19” kata Obin.

Sebelumnya, Bupati Jaya Samaya Monong (JSM)  menyatakan Pemkab  Gumas awal Juli 2020 akan menutup semua posko pencegahan virus Corona atau Covid-19 di Gumas.

Penutupan didasari hasil pantauannya serta hasil evaluasi Pemkab Gumas serta tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Gumas, bahwa posko pencegahan  Covid-19 yang ada di Gumas kurang efektif dan efisien.

“Bukannya tidak efektifya, tapi kurang efisien dan efektif, bahkan cenderung tidak efektif dan efisien bahkan pemborosan dana,” ucap JSM, Sabtu (20/06/2020) lalu.

Suami Mimie Marietie itu, menyatakanakan dilakukan penguatan melalui sosialisasi dan penyadaran masyarakat di desa dan kelurahan secara kontinyu terkait bahaya Covid-19 dan  pencegahannya.

“Kita menilai itu (penguatansosialisasi) akan lebih efektif dan efisien ketimbang melakukan penjagaan di pos, tapi tidak maksimal. Kalau masyarakat sadar dan disiplinakan himbauan Pemerintah dan Protokol Kesehatan, kasus positif Covid-19 di daerah ini bisa kita dikurangi, bahkan dengan semuanya itu (kesadaran dan disiplin), Kabupaten Gunung Mas akan kembali ke zona hijau penyebaran Covid-19,” bebernya.

Diategaskan penutupan semua posko pencegahan virus Corona di Gumas tidakhanya wacana, tapi dilaksanakan awal Juli 2020.
Penutupan posko tidak lantas memutus kegiatan pencegahan penyebaran Covid-19 di Gumas.Posko ditutup dan diganti dengan pola baru pencegahan penyebaran Covid-19.

“Dilakukan peningkatan penyadaran masyarakat melalui sosialisasi secara optimal  di desa dan kelurahan terkait bahaya Covid-19 dan  pencegahannya serta protokol kesehatan yang harus dilaksanakan masyarakat,” kata dia.

Terhadap keluarga yang baru datang dari luar Gumas atau warga pendatang lainnya yang tiba di Gumas, JSM minta masyarakat tegas dan  proaktif memberikan penyadaran pentingnya menjalankan protokol kesehatan.

“Saya tegaskan kembali, posko pencegahan Covid-19 yang selama ini tidak efektif dan efisien kita tutup.Kita ganti dengan pola baru,pola yang lebih efektif dan efisien, yakni protokol kesehatan di rumah, ditoko, diwarung, dicafe, dikios, dan di fasilitas umum lainnya ,” pungkasnya.(Nov/Lsn)

image_print

Pos terkait