Wagub Kalteng Sampaikan 10 Usulan Proyek Prioritas Strategis Gubernur Kalteng

Rakor dengan Para Gubernur Wilayah Jawa-Bali dan Kalimantan di Courtyard Bali Nusa Dua Resort Kawasan Wisata Nusa Dua Lot SW1, Kabupaten Badung, Bali Sabtu (19/3).(Media Dayak/MMC Kalteng)
 
Denpasar, Media Dayak
 
Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng Edy Pratowo menghadiri secara langsung Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Para Gubernur Wilayah Jawa-Bali dan Kalimantan Tahun 2022. Kegiatan ini berlangsung di Courtyard Bali Nusa Dua Resort Kawasan Wisata Nusa Dua Lot SW1, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (17/3).
 
Agenda Rakor, yakni Penajaman Rencana Proyek Prioritas Strategis (Major Project) yang akan dilaksanakan di daerah tahun 2023. Rapat digelar dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2023. Rakor dipimpin secara langsung Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa.
 
Di dalam dialog tersebut Para Gubernur Wilayah Jawa-Bali dan Kalimantan menyampaikan proyek usulan yang paling diprioritaskan di daerah masing-masing di tahun 2023 sebagai bagian atau pendukung pelaksanaan Major Project RPJMN 2020-2024, baik dengan memilih proyek yang telah direncanakan dalam RPJMN 2020-2024 maupun proyek lainnya sebagai usulan strategis dari Pemerintah daerah untuk mendukung Prioritas Nasional (PSN).
 
Major Projects Rancangan Awal RKP 2023 diantaranya memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas, mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan, meningkatkan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing.
 
Serta memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar, membangun lingkungan hidup serta meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim, dan juga memperkuat stabilitas polhukhankam dan transformasi pelayanan publik.
 
Dalam Rakor tersebut, Wagub Pratowo menyampaikan beberapa usulan Proyek Prioritas Strategis di Kalteng, diantaranya Pemenuhan Standar 2-7-2 Ruas Jalan Nasional di Provinsi Kalteng Ruas Palangka Raya-Bagugus-Bukit Batu-Lungkuh Layang-Kalahien-Buntok-Ampah-Dayu-Tamiang Layang-Pasar Panas (Batas Kalsel) (266,70 Km), Peningkatan Jalan Benangin-Lampeong-Bts Kaltim (59,20 Km).
 
Pembangunan dan Peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Tani 1 (Dadahup) Kabupaten Kapuas dengan kapasitas 10 L/detik, 600 SR, Pembangunan Kawasan Budidaya Udang Vaname (Shrimp Estate) di Kabupaten Sukamara, pengerukan Dasar Sungai Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Pembangunan UPPKB Simpang Runtu di Kabupaten Kotawaringin Barat dan UPPKB Sampit Bagendang di Kabupaten Kotawaringin Timur.
 
Kemudian, UPPPKB Lamandau di Kabupaten Lamandau, Pembangunan Bendungan Multiguna Muara Juloi, Kabupaten Murung Raya, peningkatan Kanal Banjir Saluran Primer XVII (4 Km) dan Saluran Alam Bukit Raya (1,3 Km) Kota Palangka Raya, Rekontruksi saluran drainase utama jl. Raden Saleh Kota Palangka Raya (800 m) serta Pembangunan Water Front City di Kota Palangka Raya.
 
“Proyek prioritas strategis yang kita usulkan didasari kebutuhan yang tentu dengan memperhatikan potensi Kalteng yang luar biasa, bila tidak dikembangkan maka akan menjadi potensi yang mati dan statis. Ide dan gagasan bapak gubernur yang luar biasa, diharapkan dapat terealisasi dengan dukungan pemerintah pusat” ucap Wagub Edy Pratowo seusai mengikuti rakor. (MMC/YM/AW)
image_print

Pos terkait