Wagub Kalteng Edy Pratowo saat menyampaikan sambutan pada Bedah Buku Aldera, di Aula Palangka, Senin (20/2).(Media Dayak/MMC Kalteng)
Palangka Raya, Media Dayak
Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng menghadiri kuliah umum dan bedah buku Aldera yang diselenggarakan oleh Universitas Palangka Raya (UPR), bertempat di Aula Palangka, Senin (20/2).
Wagub Kalteng Edy Pratowo dalam sambutan singkatnya menyampaikan bahwa pihak Pemprov Kalteng sangat mendukung terselenggaranya kegiatan ini dan sekaligus menyampaikan permohonan maaf dari bapak Gubernur Kalteng yang belum sempat hadir pada kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini sangat baik sekali untuk pembelajaran dan pemahaman kita semua, dan kepada adik-adik mahasiswa manfaatkan waktu ini sebaik mungkin, manfaatkan masa muda kalian sebaik mungkin, ketika ilmu-ilmu itu bisa kita dapatkan dari manapun sumbernya, dari mana pun bahannya,” ujarnya
Insyaallah katanya melanjutkan, nanti kedepan Kalteng ini juga akan dipimpin oleh adik-adik semua yang mempunyai semangat juang tinggi dan berkarya.
Wagub juga mengapresiasi Universita Palangka Raya (UPR) yang telah menyelenggarakan kegiatan kuliah umum dan bedah buku dari Aldera, diantaranya tentang kiprah perjuangan dari bapak Pius Lustrilanang ketika beliau masih aktivis di tahun 1998 yaitu dalam rangka untuk menegakkan demokrasi.
“Artinya dari yang dulunya otoriter sekarang sudah demokrasi secara terbuka, yakni transparan, tidak ada jarak, dulu kebebasan itu dibatasi sekarang leluasa menyampaikan aspirasi,” jelasnya
Lanjutnya, sekarang bagaimana semangat para pencetus, para pelaku-pelaku pada jaman reformasi itu terus dijaga, diingatkan oleh adik-adik mahasiswa sebagai generasi penerus, agar tetap semangat menyampaikan aspirasi tetapi dilandasi juga dengan kolaborasi, kebijakan yang dibuat juga berdasarkan suara yang memang menyangkut kepentingan masyarakat untuk kemajuan bangsa dan negara.
Sebelumnya, Rektor UPR Salampak, saat membuka rangkaian kegiatan kuliah umum dan bedah buku Aldera ini dibuka mengungkapkan bahwa acara akan disampaikan oleh Pius Lustrilanang ini penting untuk kita semua terutama untuk anak-anak mahasiswa.
“Karena kita akan dihadapkan pada bonus demografi pada tahun 2045, jadi anak-anak sekarang merupakan calon-calon pemimpin masa depan” ungkapnya.
Ia menyebut, kewajiban universitas seluruh Indonesia untuk menyiapkan generasi muda ini menjadi pimpinan untuk masa depan. Oleh karena itu wajib bagi dunia pendidikan untuk mengutamakan dalam menciptakan manusia-manusia unggul yang mampu bersaing dimasa depan, yang mampu bersaing secara Internasional, yang mampu bersaing dan berkiprah untuk menghadapi tantangan perubahan global masa depan.
“Disatu sisi kita harus punya karakter. Karakter Indonesia, karakter pancasila, karakter NKRI harus tetap kita bina sebagai warga negara Indonesia. Hari ini melalui pengalaman dan tulisan dari bapak Pius Lustrilanang, anak-anak mahasiswa bisa belajar menyiapkan diri menghadapi perubahan masa depan bisa kita hadapi dengan baik,” terangnya (MMC/YM/AW)











