Suasana Taman Kota Kuala Kurun, Kabupaten Gumas mendadak dipenuhi semangat dan energi positif, Senin, 18 Mei 2026. Puluhan masyarakat dari berbagai kalangan, mulai pelajar hingga warga umum, tumpah ruah mengikuti kegiatan senam sehat, bazar UMKM, sosialisasi lingkungan hingga pasar murah yang digelar Karang Taruna Kabupaten Gumas bersama Dinas Kesehatan setempat.(Media Dayak/ist)
Kuala Kurun, Media Dayak
Suasana Taman Kota Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mendadak dipenuhi semangat dan energi positif, Senin, 18 Mei 2026. Puluhan masyarakat dari berbagai kalangan, mulai pelajar hingga warga umum, tumpah ruah mengikuti kegiatan senam sehat, bazar UMKM, sosialisasi lingkungan hingga pasar murah yang digelar Karang Taruna Kabupaten Gumas bersama Dinas Kesehatan setempat.
Kegiatan yang berlangsung meriah itu tidak hanya menjadi ajang olahraga bersama, tapi juga menjelma menjadi gerakan sosial yang menggabungkan gaya hidup sehat, kepedulian lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat dalam satu momentum besar.
Ketua Karang Taruna Gumas, Isnaini mengatakan, kegiatan senam sehat tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program Tambun Bungai Sehat sekaligus upaya mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin peduli terhadap kesehatan.
“Senam sehat ini merupakan upaya kami dari Karang Taruna Gunung Mas bersama Dinas Kesehatan untuk menyukseskan Tambun Bungai Sehat. Pesertanya mulai dari pelajar hingga masyarakat umum,” ujarnya.
Tidak hanya menggerakkan masyarakat untuk hidup sehat, kegiatan itu juga dibalut edukasi lingkungan melalui sosialisasi pilah pilih sampah yang disampaikan pihak Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Perhubungan (DLHKP).
Menariknya, sosialisasi berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para pelajar diajak langsung mempraktikkan cara memilah sampah organik, anorganik hingga residu. Bahkan sejumlah peserta turut berbagi pengalaman mengelola sampah menjadi produk bermanfaat dan bernilai ekonomi.
Ada warga yang berhasil mengolah limbah kulit buah menjadi ecoenzim, sementara pelajar Sekolah Rakyat menceritakan pengalaman mereka mengubah sampah plastik menjadi ecobrick yang ramah lingkungan.
“Saya salut, ternyata masyarakat sudah mulai sadar pentingnya pilah pilih sampah, baik di rumah, sekolah maupun lingkungan kerja,” ungkap Isnaini.
Semarak kegiatan semakin terasa dengan hadirnya bazar UMKM yang diikuti 20 pelaku usaha, terdiri dari 16 UMKM masyarakat umum dan empat kelompok usaha dari kalangan pelajar.
Beragam produk kuliner, kerajinan hingga jajanan lokal diserbu pengunjung yang memadati area kegiatan. Kehadiran bazar tersebut menjadi ruang promosi sekaligus dorongan nyata agar pelaku UMKM lokal semakin berkembang dan naik kelas.
“Ada 20 pelaku UMKM yang ikut menjajakan dagangannya di acara senam sehat ini, termasuk kelompok usaha dari pelajar,” jelasnya.
Tak berhenti di situ, Karang Taruna Gumas juga menggelar pasar murah dengan menyediakan gula pasir seharga Rp15 ribu per kilogram serta berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya hanya Rp10 ribu.
Langkah tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat karena dinilai sangat membantu di tengah kebutuhan pokok yang terus meningkat.
Melalui kegiatan terpadu ini, Karang Taruna Gumas berharap dapat menciptakan efek domino positif bagi masyarakat luas, mulai dari membangun budaya hidup sehat, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan hingga memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM lokal.
“Dalam satu momen ini, kami berharap bisa memberikan dampak positif untuk banyak pihak, baik generasi muda, masyarakat umum hingga para pelaku UMKM,” tandas Isnaini.(Nov/Aw)













