Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Darliansjah, saat memimpin rapat mewakili Pj Sekda Provinsi Kalteng, di Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng, Jumat (10/4/2026)(MMC Kalteng)
Palangka Raya, Media Dayak
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng terus mematangkan skema Kredit UMKM Huma Betang Unggul, Efisien, dan Tangguh (HAGUET) sebagai upaya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar naik kelas dan lebih berdaya saing.
Pembahasan skema tersebut dilakukan melalui rapat virtual yang dipimpin Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Darliansjah, mewakili Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, di Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng, Jumat (10/4/2026).
Dalam arahannya, Darliansjah mengungkapkan bahwa masih banyak UMKM di Kalteng menghadapi kendala, terutama dalam mengakses pembiayaan formal, tingginya biaya dana, serta keterbatasan agunan dan pembukuan usaha.
“Intervensi tidak cukup hanya melalui subsidi bunga, tetapi harus terintegrasi mulai dari pembiayaan, penjaminan, hingga pendampingan usaha secara menyeluruh,” ujarnya.
Ia menjelaskan, skema Kredit HAGUET dirancang sebagai solusi komprehensif melalui kolaborasi antara Pemprov Kalteng dan perbankan dengan dukungan lembaga penjamin, sehingga pelaku UMKM dapat memperoleh akses kredit yang lebih mudah.
“Melalui skema ini, kami ingin memastikan UMKM tidak hanya mendapatkan akses modal, tetapi juga pendampingan agar mampu berkembang dan naik kelas,” tegasnya.
Program ini menyasar sekitar 3.000 pelaku UMKM di sektor prioritas, dengan plafon kredit maksimal hingga Rp50 juta per debitur serta didukung penjaminan kredit dan sistem monitoring berbasis digital.
Secara ekonomi, program ini diproyeksikan mampu mendorong perputaran ekonomi daerah hingga Rp225 miliar dan menyerap tenaga kerja hingga 9.000 orang.
Pemprov Kalteng berharap skema HAGUET dapat memperkuat ekonomi kerakyatan, meningkatkan inklusi keuangan, serta mendorong UMKM lebih kompetitif (MMC/YM)











