Jakarta, Media Dayak
Program Sekolah Rakyat terus didorong sebagai salah satu instrumen pengentasan kemiskinan yang mengandalkan data akurat. Melalui pendekatan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), program ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem agar memperoleh akses pendidikan berasrama yang gratis dan bermutu.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa pendidikan menjadi cara paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan antar generasi. Ia menilai Sekolah Rakyat sebagai investasi jangka panjang yang dampaknya bersifat mendasar.
“Cara paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan adalah melalui pendidikan. Sekolah Rakyat merupakan investasi jangka panjang yang strategis. Dampaknya mungkin tidak instan, tetapi akan membentuk perubahan yang bersifat mendasar dan berkelanjutan,” ujar Fajar.
Menurutnya, guru di Sekolah Rakyat tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping utama bagi siswa. Kedekatan dan kualitas interaksi menjadi fondasi penting dalam proses pembelajaran dan pembentukan karakter.
Hingga saat ini, Sekolah Rakyat telah beroperasi di 166 lokasi yang tersebar di berbagai provinsi dan menjangkau hampir 15.000 siswa. Program ini menerapkan sistem multi-entry multi-exit yang memungkinkan siswa masuk dan menyelesaikan pendidikan sesuai kesiapan belajar, tanpa menjadikan tes akademik sebagai satu-satunya prasyarat. Sasaran utama adalah anak-anak dari keluarga desil 1 dan 2 berdasarkan DTSEN, termasuk mereka yang putus sekolah atau berisiko putus sekolah.
Di sisi dukungan keilmuan, Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN Prof. Nunung Nuryartono menyampaikan kesiapan lembaga riset untuk memperkuat program pengentasan kemiskinan, termasuk melalui Sekolah Rakyat.
“BRIN siap mendukung Sekolah Rakyat dengan pendekatan berbasis data dan evaluasi yang berkelanjutan agar intervensi lebih tepat sasaran serta memberikan dampak jangka panjang,” ujar Nunung.
Pemerintah menargetkan perluasan program secara bertahap, termasuk pembangunan sekolah permanen dan peningkatan jumlah peserta didik pada tahun ajaran baru. Kolaborasi lintas kementerian serta pemanfaatan data terpadu menjadi kunci agar anak-anak dari keluarga rentan mendapatkan layanan pendidikan yang layak, sambil keluarga mereka didorong semakin mandiri secara ekonomi.
Dengan pendekatan berbasis data yang terus diperkuat, Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjadi salah satu jalur efektif dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang lebih inklusif dan terarah.(Ist/Lsn)








