Sekolah Masih Jadi Penentu Kelulusan Peserta Didik

Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama kota Palangka Raya Muhamad Aswani. (Media Dayak/ IsenMulang)
 
Palangka Raya, Media Dayak
 
Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di tahun 2021 kembali 
menghapus Ujian Nasional (UN) yang diganti dengan Asesmen Nasional (AN) atau dikenal dengan Ujian Sekolah (US). 
 
Peniadaan UN berlaku untuk satuan pendidikan jenjang SMP/sederajat dan SMA/SMK/sederajat di Indonesia, dengan mempertimbangkan keamanan dan kesehatan peserta didik di tengah pandemi covid-19
 
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya, Akhmad Fauliansyah melalui Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Menengah Pertama (SMP), Muhamad Aswani, Rabu (3/2/2021).
 
“US ini seharusnya digelar pada Maret 2021, namun kemudian diundur menjadi bulan September-Oktober 2021,” ungkap Aswani menambahkan.
 
Sementara itu bila bicara apa alat ukur seorang siswa dapat lulus sekolah dalam pelaksaan US, maka lanjut Aswani akan mengacu ketentuan US di masa pandemi di tahun lalu. Dimana teknisnya tidak mengumpulkan siswa secara fisik, namun dilakukan secara daring.
 
Contohnya untuk mengukur kelulusan peserta didik tingkat SMP sederajat, maka ditentukan berdasarkan nilai rapor, portofolio dan nilai praktik, serta ditambah nilai-nilai semester sebelumnya.
 
“Tentunya penentuan kelulusan ditetapkan satuan pendidikan atau sekolah berdasarkan hasil rapat dewan guru,” jelasnya menegaskan.
 
Terkait, apakah pembelajaran secara daring yang dilakukan selama ini memang sudah berjalan efektif menurut pandangan Aswani, para pendidik saat ini sudah mulai bisa berinovasi dengan membuat model atau metode pembelajaran yang tepat selaras dengan penerapan pembelajaran daring selama ini.
 
“Di awal pandemi tahun lalu, para pendidik kita sempat. Dibuat kebingungan. Sekarang sudah mulai beradaptasi,” kata Aswani
 
“Terlebih kemendikbud akan menjadikan pembelajaran daring ini menjadi bagian dari pola pengajaran resmi, sekalipun pandemi berakhir,” pungkasnya mewakili Kadisdik kota Palangka Raya Akhmad Fauliansyah (MCIM/Ytm/Lsn)
 
 
image_print

Pos terkait