Sekda Richard Pasang Alarm! APBD Gumas Wajib Hadirkan Kesejahteraan Nyata bagi Masyarakat!

Sekda Gumas, Richard didampingi Asisten II Setda Gumas, Baryen dan Kepala Bapperida, Yantrio Aulia pada Rakor Bidang Ekobang Tahun 2026 di Ruang Rapat Lantai I Kantor Bupati Gumas, Senin (9/2/2026), dihadiri seluruh kepala OPD terkait.(Media Dayak/Ist)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Richard, menegaskan pentingnya percepatan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Hal demikian disampaikannya pada Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Tahun 2026 di Ruang Rapat Lantai I Kantor Bupati Gumas, Senin (9/2/2026), dihadiri seluruh kepala OPD terkait.

Dalam arahannya, Richard menekankan bahwa tahun 2026 merupakan fase krusial yang menuntut akselerasi dan eksekusi nyata, bukan sekadar perencanaan di atas kertas. Menurutnya, setiap rupiah yang dialokasikan dalam APBD harus mampu memberikan manfaat riil bagi kesejahteraan masyarakat Gumas.

“Rapat koordinasi ini sangat strategis. Kita berada di tahun yang menuntut percepatan. Kita bukan lagi sekadar merencanakan, tetapi harus memastikan setiap rupiah dalam APBD benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat Gunung Mas,” tegas Richard.

Dalam kesempatan tersebut, Richard menyampaikan tiga poin utama yang menjadi fokus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas pada tahun anggaran 2026. Pertama, terkait percepatan penyerapan anggaran dan progres fisik. Richard meminta seluruh kepala OPD melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Richard menegaskan Pemkab Gumas tidak ingin terjadi penumpukan pekerjaan di akhir tahun. Setiap tahapan pembangunan harus berjalan sesuai jadwal agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat, khususnya pada sektor infrastruktur vital seperti jalan dan jembatan.

Kedua, Richard menyoroti pentingnya penguatan ekonomi kerakyatan serta pengendalian inflasi. Ia menyebut Kabupaten Gumas memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan yang harus dikelola secara maksimal melalui sinergi lintas sektor.

“Saya instruksikan agar sinergi antar lini diperkuat untuk mendukung hilirisasi produk lokal,” tegasnya.

Selain itu, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dimintanya tetap waspada dan proaktif dalam menjaga stabilitas harga pangan, terutama menghadapi dinamika geopolitik global dan ketidakpastian cuaca yang dapat mempengaruhi pasokan dan harga kebutuhan pokok.

Ketiga, Richard menekankan pentingnya sinergitas dan kolaborasi antar OPD. Richard menegaskan bahwa ego sektoral harus dihilangkan, karena pembangunan ekonomi tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.

Menurut Richard, keberhasilan pembangunan daerah hanya dapat dicapai melalui konektivitas antara pembangunan infrastruktur dan pengembangan pusat-pusat ekonomi baru, terutama di desa-desa, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Rakor ini diharapkan menjadi momentum penguatan komitmen bersama seluruh perangkat daerah untuk mewujudkan pembangunan ekonomi dan infrastruktur yang efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan di Kabupaten Gunung Mas. (Nov/Aw)

image_print

Pos terkait