Jasa Raharja Kalteng Paparkan Capaian Kinerja dan Data Hingga Oktober 2025

Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja, Alfin Syahrin (Kanan) didampingi Kanit Opoerasional Jasa Raharja Kalteng, Mangandar Doloksaribu pada media gathering di Aula Jelawat Kantor Jasa Raharja Kalteng, Senin (10/11/2025).(Media Dayak/Asep)

Palangka Raya, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Kantor Wilayah Jasa Raharja Provinsi Kalimantan Tengah memaparkan capaian kinerja yang telah berhasil dilaksanakan hingga akhir Oktober 2025 kepada sejumlah wartawan.

Paparan capaian kinerja tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja, Alfin Syahrin didampingi Kanit Opoerasional Jasa Raharja Kalteng, Mangandar Doloksaribu pada media gathering di Aula Jelawat Kantor Jasa Raharja Kalteng, Senin 910/11/2025).

Alfin Syahrin mengatakan, keberadaan Jasa rahaja mewakili kehadiran negara di Kalimantan Tengah untuk mengatur perlindungan dan santunan kepada korban maupun ahli waris korban kecelakaan .

“Hingga akhir Oktober 2025, Jasa Raharja Kalteng telah menyalurkan santunan sebesar Rp17,3 Miliar kepada korban dan ahli waris korban kecelakaan lalu lintas. Kami berhasil menyelesaikan penyaluran santunan dalam waktu 1,48 hari dari standar/target yang ditetapkan 2 hari,” katanya.

Alfin mengungkapkan, jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 2,49 persen dibanding tahun 2024. Naiknya jumlah penyaluran santunan terjadi karena fatalitas kecelakaan lalu lintas meningkat. Tercatat, warga Kalimantan Tengah yang meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas meningkat 13,8 persen dibanding tahun sebelumnya.

Jasa Raharja Kalteng juga mencatat, 45 persen profil kendaraan yang terlibat kecelakaan lalu lintas adalah sepeda motor. Dilanjutkan dengan Truk pertanian maupun pertambangan sebesar 30 persen.

“Berdasarkan data yang kami miliki, penyebab kecelakaan lalu lintas di Kalteng adalah 73 persen karena pengemudi kendaraan bermotor melakukan pelanggaran lalu lintas, seperti melanggar batas kecepatan, lalai saat berkendara dan lainnya,” papar Alfin.

Adapun berdasarkan Demografi, Alfin menuturkan, profesi korban kecelakaan didominasi pelajar dan mahasiswa sebesar 30 persen, dilanjutkan dengan wiraswastawan sebesar 15 persen.

“Korban kecelakaan lalu lintas iniharus jadi perhatian bersama, karena wiraswastawan merupakan harapan keluarga dan pemuda merupakan tulang punggung negara,” tegas Alfin seraya menambahkan bahwa 89 persen korban kecelakaan lalu lintas adalah laki-laki.

Itulah sebabnya, sambung Alfin, Jasa Raharja Kalteng gencar melaksanakan berbagai kegiatan pencegahan kecelakaan lalu lintas atau precase. Hingga Oktober 2025, Jasa Raharja Kalteng telah melaksanakan 8 kali survei titik rawan kecelakaan lalu lintas ditambah 2 (dua) kali monitoring dan evaluasi.

Jasa Raharja Kalteng juga telah menggelar pengajar peduli lalu lintas 12 kali, 55 sosialisasi mahasiswa dan masyarakat, 3 kali safety campagne dan safety ridding, 4 kali runcheck angkutan umum, dan 80 operasi gabungan kepatuhan dan tertib lalu lintas se-Kalteng.

“Kami menyadari bahwa edukasi safety ridding tidak semerta-merta dapat menurunkan jumlah korban kecelakaan lalu lintas. Karenanya kami berharap kepada semua mitra, terutama insan pers, untuk terus mengampanyekan dan menyebarkan edukasi safety ridding agar menjadi bagian dari budaya perilaku masyarakat,” tutup alfin Syahrin.(aw)

image_print

Pos terkait