Sekda Gumas Sebut Inovasi Kini Bukan Lagi Pilihan, tapi Keharusan untuk Menjawab Tantangan Zaman

Sekda Gumas, Richard, saat membacakan sambutan Bupati Gumas Jaya Samaya Monong pada pembukaan Lomba Inovasi Daerah (LID) Kabupaten Gumas Tahun 2026, yang digelar di Aula Bapperida, Kamis (23/7/2026).(Media Dayak/Ist)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Pemkab Gumas) menegaskan bahwa inovasi tidak lagi dipandang sebagai pelengkap dalam penyelenggaraan pemerintahan, melainkan telah menjadi mendesak untuk menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gumas, Richard, saat membacakan sambutan Bupati Gumas Jaya Samaya Monong pada pembukaan Lomba Inovasi Daerah (LID) Kabupaten Gumas Tahun 2026, yang digelar di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), Kamis (23/7/2026).

Richard menegaskan, Lomba Inovasi Daerah bukan sekedar agenda tahunan ataupun ajang kompetisi antarpeserta, melainkan momentum strategis untuk membangun budaya kerja yang kreatif, kolaboratif, adaptif, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik demi kemajuan Kabupaten Gumas.

“Lomba Inovasi Daerah merupakan ruang lahirnya gagasan-gagasan baru yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan. Inovasi harus menjadi budaya kerja seluruh perangkat daerah agar pelayanan kepada masyarakat semakin cepat, efektif, dan berdampak nyata,” ujar Richard.

Menurutnya, memasuki tahun 2026, pemerintah daerah dihadapkan pada tantangan yang semakin dinamis. Karena itu, pola kerja konvensional tidak lagi memadai untuk menyelesaikan persoalan-persoalan baru yang terus berkembang.

“Kita dituntut bekerja lebih cepat, lebih efisien, dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kita tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama yang monoton untuk menyelesaikan masalah baru. Inovasi tidak lagi sekadar menjadi pilihan, tetapi telah menjadi kebutuhan dalam penyelenggaraan pemerintahan,” tegas Richard.

Richard menjelaskan, inovasi juga merupakan instrumen penting dalam memperkuat kapasitas pemerintah daerah untuk mengidentifikasi, mengantisipasi, memitigasi, hingga mengelola berbagai risiko yang dapat memengaruhi keberhasilan pembangunan daerah.

Karena itu, setiap inovasi harus dibangun dengan perencanaan yang matang melalui identifikasi risiko, analisis dampak, penyusunan langkah mitigasi, serta pemantauan dan evaluasi secara berkelanjutan.

“Dengan pendekatan tersebut, inovasi tidak hanya melahirkan terobosan, tetapi juga memberikan kepastian manfaat, menjaga akuntabilitas, serta meminimalkan potensi kegagalan maupun pemborosan sumber daya,” jelasnya.

Richard juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk terus memperkuat budaya inovasi yang berbasis data, kolaboratif, berorientasi pada hasil, dan mengedepankan manajemen risiko dalam setiap tahapan perencanaan maupun pelaksanaan program.

“Dengan semangat tersebut, kita akan mampu menghadirkan pemerintahan yang profesional, tangguh menghadapi perubahan, dan semakin berkualitas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Melalui penyelenggaraan Lomba Inovasi Daerah Tahun 2026 ini, Bupati Gumas berharap lahir berbagai inovasi yang tidak hanya kreatif dan aplikatif, tetapi juga memiliki daya tahan (resilien) dalam menghadapi berbagai tantangan dan risiko pembangunan di masa depan.

Sementara itu, Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Gumas, Vina Valentina Pasaribu, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Lomba Inovasi Daerah bertujuan menumbuhkan budaya inovasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gumas, mendorong terciptanya ekosistem kerja ASN yang kreatif, solutif, dan inovatif, serta menjaring ide-ide terbaik guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang semakin efektif, profesional, dan berdaya saing.(Nov/Aw)

image_print

Pos terkait