Sekda Buka Forum Satu Data Indonesia Tingkat Daerah

Sekda Richard bersama beberapa kepala perangkat daerah dan pejabat eselon III serta undangan lainnya usai membuka  Forum Satu Data Indonesia Tingkat Daerah di Aula Bapperida, Selasa (14/5). (Media Dayak/Ist)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Pemkab Gumas) melalui Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menyelenggarakan Forum Satu Data Indonesia Tingkat Daerah di Aula Bapperida, Selasa (14/5).

“Kebijakan Satu Data Indonesia penting untuk dilaksanakan mengingat bahwa kita semua di daerah bahkan di pusat sekalipun mengalami permasalahan yang sama terkait data tersebut, yaitu mulai dari data yang belum berkualitas yang belum memenuhi standar dan tidak adanya metadata dan sistem basis data sektoral yang belum terpadu,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Gumas Richard membuka kegiatan.

Sebagai contoh kata Richard, data mengenai kependudukan, yaitu jumlah penduduk pasti akan berbeda apabila disandingkan antara data dari dinas yang menangani kependudukan dengan BPS.

“Hal ini perlu dicermati, bukan sebagai membenarkan satu dibandingkan dengan yang lain,namun bagaimana kita mampu membedakan data tersebut untuk tujuan dan keperluan apa, karena perbedaan data tersebut berada pada standarisasi dan fokus yang tidak sama,” ucapnya.

Permasalahan lainnya terkait data, menurut Richard yaitu data sulit diakses dan tidak terintegrasi secara terpadu,ketidakjelasan unit pengelola data dan tata kelola data dalam internal unit pengelola data,” imbuh Richard.

Dia menambahkan, pembangunan yang sudah dilaksanakan di daerah hingga saat ini merupakan tindak lanjut dari sebuah keputusan dari perumusan perencanaan jangka panjang,jangka menengah maupun tahunan, dimana perumusan dari perencanaan tersebut melibatkan berbagai aspek kondisi pendorong, salah satunya adalah data dan informasi.

“Berkualitas atau tidaknya data tersebut dapat menentukan arah dari keputusan kebijakan pembangunan suatu daerah. Data yang buruk akan menghasilkan keputusan pembangunan yang buruk, namun data yang baik akan menghasilkan keputusan pembangunan yang optimal. Dengan demikian dapat diartikan betapa pentingnya ketersediaan data yang baik bagi perencanaan pembangunan kita ke depan,” urai  Richard.

Kepala Bapperida Yantrio Aulia dalam laporannya menyebut, keluaran yang diharapkan adalah adanya kesepakatan yang meliputi menentukan standar data,metadata dan interoperabilitas data.

“Tujuan yang diharapkan dari kegiatan ini adalah bagaimana  menghasilkan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan, serta mudah diakses dan dibagipakaikan antar instansi pusat dan instansi daerah melalui pemenuhan standar data, metadata,interoperabilitas data, dan menggunakan kode referensi dan data induk yang sangat diperlukan untuk perencanaan yang lebih terukur, monitoring, dan evaluasi pembangunan daerah,” beber Incha, sapaan akrabnya. (Nov/Aw)

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait