dr. Robertus
Kasongan, Media Dayak
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Katingan meminta kepada masyarakat, yang menggunakan cairan untuk disemprotkan, terutama kepada benda hidup seperti ke tubuh manusia, takaran/ukurannya jangan berlebihan. “Gunakan menurut standar.,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Katingan, dr Robertus kepada sejumlah media, Jum’at (3/4) kemaren.
Hal ini menurut Robertus, menanggapi adanya keluhan dari beberapa orang masyarakat kira saat disemprot dengan menggunakan cairan disenfektan ketika ingin memasuki ke salah satu kawasan tempat tinggalnya. Mereka bukan saja kendaraannya yang disemprot, tapi tubuhnya pun ikut disemprot dengan menggunakan cairan yang Sama.
Menurutnya, cairan disenfektan itu sebenarnya hanya digunakan untuk benda mati saja, seperti meja, kursi perumahan, dan kendaraan yang digunakan oleh pengendara, dan tidak dibenarkan untuk disemprotkan pada benda hidup, seperti manusia. “Namun, kalau memang harus menggunakan disenfektan juga, saya minta cairan disenfektannya harus menurut standar. Sehingga, aman bagi kulit manusia dan aman pula bagi kesehatan tubuh,”jelasnya.
Kesimpulannya, dirinya menganjurkan kepada masyarakat Katingan, dalam meracik atau mencampur cairan disenfektan untuk disempprotkan pada benda hidup jangan sampai berlebihan. Kalau bisa berkonsultasilah kepada akhlinya. “Sehingga cairan yang akan disemprotkan pada benda hidup, dijamin kesehatannya,” sarannya.
Yang lebih bagus lagi, minta pendapat kepada akhli kimia di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) atau konsultasi di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Terkait masalah campuran cairan yang akan disemprotkan pada benda hidup dimaksud, dirinya berjanji akan mengkoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta instansi terkait lainnya, sehingga penyemprotan pada benda hidup nanti tidak membahayakan bagi manusia. Koordinasi ini, akan diundang pula sejumlah Kades/Lurah dan Camat se Kabupaten Katingan. “Sehingga, jika di kecamatan atau di desanya mengadakan penyemprotan pada tubuh manusia tidak membahayakan kesehatan terhadap orang yang disemprotnya,”janji mantan direktur RSUD Mas Amsyar ini. (Kas/Lsn)











