Rakor Ekobang, Perkuat Sinergi OPD, Akselerasi Program Daerah Digenjot!

Asisten II Setda Gumas, Baryen,memimpin Rakor Bidang Ekobang Tahun 2026, yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai I Kantor Bupati Gumas, Senin (9/2/2026).(Media Dayak/Ist)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Pemkab Gumas) terus memantapkan langkah menuju pembangunan yang terarah dan berdampak nyata. Hal ini ditandai dengan digelarnya Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Tahun 2026, yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai I Kantor Bupati Gumas, Senin (9/2/2026).

Rakor strategis ini dipimpin langsung Asisten II Setda Gumas, Baryen, diikuti seluruh pOPD yang berada di bawah koordinasi Asisten Ekonomi Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Gumas.

Dikesempatan itu, Baryen menegaskan, rakor digelar sebagai upaya memperkuat koordinasi, sinergi, serta monitoring dan evaluasi (monev) terhadap seluruh program dan kegiatan OPD agar tetap sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Tujuan kami melaksanakan rakor ini adalah untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi seluruh perangkat daerah, sekaligus melakukan monitoring dan evaluasi program kegiatan agar sesuai dengan RPJMD,” kata Baryen.

Baryen memaparkan, rakor ini merupakan langkah strategis yang mengacu pada Keputusan Bupati Gumas Nomor 130 Tahun 2020 tanggal 28 Februari 2020, tentang jalur koordinasi dan pembinaan perangkat daerah melalui Asisten Setda Gumas.

Pada kesempatan tersebut, Baryen menekankan beberapa poin krusial. Pertama, keselarasan program, di mana seluruh OPD dimintanya memastikan bahwa program kerja tahun 2026 berkontribusi langsung terhadap Indikator Kinerja Utama (IKU) Kabupaten Gumas.

“Jangan sampai kita sibuk bekerja, tapi tidak menyentuh indikator utama seperti penurunan angka kemiskinan dan stunting,” seru Baryen.

Kedua, akurasi data. Menurut Baryen, validitas data Indikator Kinerja Daerah (IKD) menjadi fondasi utama dalam pengambilan kebijakan yang tepat dan terukur.

“Jika data tidak valid, maka pemerintah daerah tidak akan mampu mengambil kebijakan yang benar,” tandasnya.

Ketiga, kolaborasi lintas sektor. Baryen menegaskan bahwa persoalan pembangunan seperti infrastruktur jalan, pendidikan, dan kesehatan merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan dan tidak bisa ditangani secara parsial.

Melalui rakor ini, ujar Baryen, Pemkab Gumas dapat melihat secara jelas tren capaian kinerja setiap OPD, baik yang menunjukkan progres positif maupun yang masih memerlukan perhatian serius.

“Dengan rakor ini kita bisa melakukan monev, melihat tren positif dan negatif, lalu mengambil langkah-langkah konkret untuk tindak lanjut capaian kinerja, sehingga ke depan ada perbaikan yang lebih baik,” ucap Baryen. (Nov/Aw)

image_print

Pos terkait