Kuala Pembuang, Media Dayak
Polres Seruyan kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam membina dan mengembangkan potensi generasi muda, tidak hanya melalui pendekatan hukum tetapi juga intelektual. Komitmen ini diwujudkan dengan partisipasi aktif perwira Polres Seruyan sebagai dewan juri dalam Lomba Debat Tingkat SLTA/Sederajat yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Seruyan Tahun 2025.
Kegiatan yang berlangsung meriah pada Rabu, (17/12/2025), di Gedung Serbaguna Kuala Pembuang ini, menghadirkan AKP EKO MUJI HARTONO, Kasat Binmas Polres Seruyan, sebagai bagian dari panel juri yang berkompeten. Beliau bertugas bersama dua ahli lainnya, yaitu H. HARTONO, S.H., dan Drs. ABDURAHMAN.
Kehadiran Kasat Binmas dalam peran strategis ini mendapat apresiasi tinggi dari penyelenggara dan peserta. “Ini adalah bentuk nyata bahwa kepolisian tidak hanya hadir saat dibutuhkan penegakan hukum, tetapi juga hadir di tengah proses pendidikan karakter pemuda. Keahlian Bapak AKP dalam komunikasi publik dan analisis sangat membantu penilaian,” ujar Ketua Panitia Pelaksana dari MUI Seruyan.
Dalam tugasnya, AKP Eko Muji Hartono bersama dewan juri lainnya menilai peserta berdasarkan ketajaman argumentasi, kedalaman materi, teknik penyampaian, dan etika berdebat. Setelah melalui proses penilaian yang ketat, dewan juri akhirnya menetapkan para pemenang.
Daftar Pemenang Lomba Debat SLTA MUI Seruyan 2025:
Juara 1: Tim A dari SMA Negeri 2 Kuala Pembuang
Juara 2: Tim B dari PKBM Quratta Ayun
Juara 3: Tim B dari SMA Negeri 2 Kuala Pembuang
Juara Harapan 1: Tim A dari PKBM Quratta Ayun
Dalam sambutannya usai pengumuman pemenang, AKP Eko Muji Hartono menyampaikan kebanggaannya. “Saya sangat terkesan dengan kualitas para peserta. Kemampuan berpikir kritis, berargumen dengan data, dan bersikap santun adalah modal dasar yang sangat dibutuhkan pemuda masa kini. Polres Seruyan, melalui Satuan Binmas, akan terus mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti ini sebagai bagian dari upaya pre-emtif membangun karakter bangsa,” tegasnya.
Kemenangan ganda yang diraih SMA Negeri 2 Kuala Pembuang (Juara 1 dan 3) menunjukkan kedalaman pembinaan di sekolah tersebut. Sementara, PKBM Quratta Ayun membuktikan bahwa lembaga pendidikan non-formal juga mampu melahirkan talenta debat yang unggul.
Kegiatan ini diharapkan dapat memantik semangat berpikir kritis dan budaya diskusi yang sehat di kalangan pelajar Seruyan, sekaligus memperkuat hubungan sinergis antara Polri, lembaga keagamaan, dan dunia pendidikan dalam membentengi generasi muda dari pengaruh negatif.(Hms/Lsn)








