Sugianto SH, anggota DPRD Kabupaten Katingan
Kasongan, Media Dayak
Kendati semua Fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan menyetujui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) dibahas dalam waktu dekat, namun fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga punya beberapa catatan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan, seperti juga yang dilakukan oleh fraksi Partai Golkar.
Pernyataannya ini disampaikan oleh fraksi PKB melalui juru bicaranya Sugianto SH, saat digelarnya pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap pengantar nota keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Katingan tentang RAPBD tahun anggaran 2021, Rabu (11/11) lalu, di ruang rapat paripurna DPRD setempat.
Adapun beberapa catatan dimaksud menurut Sugianto, RAPBD tahun anggaran 2021 yang akan dibahas nanti besaran belanja tidak langsung lebih besar dari belanja langsung. Hal ini menjadi perhatian serius. “Harusnya yang diutamakan adalah kepentingan masyarakat, yaitu belanja langsung harus lebih besar dari belanja tidak langsung,” jelas Sugianto.
Kemudian, mengingat situasi Corona virus (covid-19) saat ini tidak jelas kapan berakhirnya, sehingga dirinya meminta penjelasan dari Pemkab setempat tentang persiapannya untuk menanggulangi masalah pandemi Covid -19 ini di tahun 2021 mendatang. “Sekaligus penjelasan tentang kelanjutan realisasinya,”tanyanya.
Pertanyaan selanjutnya, akibat banyaknya pergeseran anggaran beberapa program pembangunan, sehingga berakibat menurunnya kegiatan pembangunan di Kabupaten Katingan. Secara otomatis pula berdampak terhadap menurunnya perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, apa saja kebijakan eksekutif untuk menanggulanginya.
Pertanyaan terakhir, kapan pelaksanaan PORKAB ?. Hal ini menurutnya mengingat tahun anggaran 2021 akan berakhir, seraya meminta kepada Pemkab setempat agar even ini selain ditentukan jadwalnya, anggarannya juga tetap disediakan seperti di tahun-tahun sebelumnya. (Kas/Rsn)











