Pimpin Gumas Hingga 2024,Jaya-Efrensia Usung 17 Program Kerja

Bupati Gumas Jaya S Monong dan Efrensia LP Umbing usai dilantik Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran atas nama Mendagri.(Foto/Istimewa)

Kuala Kurun, Media Dayak

      Jaya S Monong dan Efrensia LP Umbing akhirnya menjadi Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) definitif keempat Kabupaten Gunung Mas (Gumas) setelah kemarin dilantik oleh Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Sugianto Sabran atas nama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) di Istana Isen Mulang Jalan Kapten Mulyono nomor 1 Palangka Raya.

Bacaan Lainnya

Memimpin Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau hingga tahun 2024,Jaya-Efrensia mengusung 17 program kerja. Program kerja pertama adalah percepatan pembangunan infrastruktur jalan/jembatan agar fungsional dan terakses ke desa-desa.

Meningkatkan kapasitas daya listrik dan listriknisasi ke wilayah wilayah yang belum terjangkau penerangan listrik. Membuka akses jangkauan layanan informasi pada  wilayah-wilayah yang belum terjangkau jaringan seluler atau sinyal HP(hanphone). Meningkatkan kapasitas sanitasi lingkungan dan ketersediaan air bersih.

Meningkatkan ketersediaan tenaga kependidikan, gedung ,sarana prasarana pendidikan, perumahan guru di desa-desa serta penyediaan beasiswa dan tunjangan guru. Meningkatkan ketersediaan tenaga medis, sarana prasarana kesehatan dan perumahan medis di desa-desa. Pemberdayaan pemuda dan olah raga. Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Meningkatkan pembinaan keagamaan melalui bantuan penyediaan sarana prasarana ibadah. Pembinaan kebun karet rakyat melalui pendampingan bekerjasama dengan pabrik untuk peningkatan kualitas hasil karet sehingga harga bisa bersaing. Hutan tanaman rakyat (HTR) berbasis pemberdayaan lahan masyarakat dengan komiditi hutan tanaman industri sengon.

Pengembangan perkebunan masyarakat dengan komoditas sawit bermitra dengan perkebunan besar swasta (PBS) yang telah ada. Optimalisasi penataan kawasan wilayah pertambangan rakyat dan aktivitas usaha pertambangan rakyat. Reklamasi bekas kawasan aktivitas pertambangan rakyat menjadi kawasan produktif dengan pengembangan usaha peternakan, pakan ternak, perikanan dan perkebunan.

Inovasi pengembangan destinasi wisata sejarah, wisata alam dan wisata budaya. Mengembangkan inovasi pelayanan publik berbasis teknologi informasi disertai dengan meningkatnya kualitas dan kesejahteraan ASN,aparatur desa dan RT/RW serta pemberdayaan lembaga adat.(Nov)

image_print

Pos terkait