Pemuda Tewas Tersambar Petir saat Menjala Ikan

Jasad korban SW saat disemayamkan di rumah duka, Selasa (17/5). (Media Dayak/Ist)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Seorang pemuda SW (19) yang merupakan warga Desa Rangan Tate, Kecamatan Mihing Raya, Kabupaten Gunung Mas (Gumas) tewas tersambar petir, saat menjala ikan bersama empat orang rekannya di Sungai Kahayan, pada Senin (16/5) pukul 18.30 WIB. 

“Korban tewas saat dibawa ke Puskesmas Kampuri,” ucap Kapolres Gumas AKBP Irwansah, melalui Kapolsek Sepang Ipda Neno Efendo, Selasa (17/5) malam. 

Peristiwa naas ini bermula ketika korban bersama keempat rekannya berangkat menjaga ikan menggunakan perahu di pinggiran Sungai Kahayan pada pukul 18.15 WIB. Saat itu, hujan lebat dan angin kencang disertai petir. 

“Akan tetapi kelima orang tadi mengabaikan hal itu, dan tetap berangkat untuk menjala ikan,” ujarnya. 

Setelah sampai tempat yang dituju, lanjut dia, kelima orang tadi langsung berpisah menjadi dua tim, yakni tim pertama terdiri dari dua orang yang menjadi korban, dan tim kedua terdiri tiga orang yang selamat. 

“Tidak lama menjala, petir langsung menyambar kearah tim pertama tadi,” tuturnya. 

Melihat rekannya terkapar, tim kedua langsung mendatangi kedua korban dan membawanya pulang untuk meminta bantuan warga setempat. Kedua korban langsung dibawa ke Puskesmas Kampuri. 

“Setelah dilakukan pemeriksaan, korban SW dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan satu korban lainnya, yakni PS (16), dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doris Sylvanus Palangka Raya untuk mendapatkan perawatan intensif,” katanya. 

Pada saat kejadian, tambah dia, listrik padam sehingga jaringan telekomunikasi tidak dapat berfungsi dengan normal. Ini mengakibatkan komunikasi terhambat, sehingga keluarga korban menjadi panik. 

“Kami juga sudah memeriksa sejumlah saksi, yakni Jhon Kenedi (32) dan Arianto (33),” pungkasnya. (Nov/Aw)

image_print

Pos terkait

Berita Olahraga Pilihan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.