Pemprov Sampaikan Apresiasi Dan Terima Kasih Kepada Pemerintah Pusat Atas Kepercayaan Untuk Program Food Estate

Sekda Fahrizal Fitri Pimpin saat Rapat Koordinasi Pengawalan Program Kementan RI di Provinsi Kalteng di Aula Jayang, Kantor Gubernur Kalteng, Jum’at (5/2/2021). (Media Dayak/MMC Kalteng)

Palangka Raya, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Pemerintah provinsi (Pemprov)  Kalteng menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas perhatian dan dukungan Pemerintah Pusat, khususnya komitmen yang kuat dari Kementerian Pertanian terhadap pelaksanaan food estate di Kalteng. “Pada kesempatan ini, atas nama Pemprov Kalteng mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setingginya atas perhatian dan dukungan Pemerintah Pusat, khususnya komitmen yang kuat dari Kementan terhadap pelaksanaan food estate di Kalteng,” ucap Sekda Kalteng Fahrizal Fitri saat mewakili Gubernur Sugianto saat membuka secara langsung sekaligus pimpin ratas dalam rangka Pengawalan Program Kementan RI, yang digelar di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Jum’at (5/02/2021).

Hadir secara langsung mengikuti Rapat dari Pemerintah Pusat diantaranya Inspektur Jenderal Kementan RI, Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan RI , Direktur Perluasan dan Perlindungan Lahan Kementan RI, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementan RI, Direktur Perkebunan Kementan RI serta Inspektur I, Inspektur II, Inspektur III dan Inspektur IV Kementan RI dan Pejabat lainnya di Lingkup Kementan RI.

Presiden RI melalui Menteri Pertanian mempercayakan program Food Estate di Kalteng. Program Food Estate merupakan salah satu dari Proyek Strategis Nasional (PSN) tahun 2020 – 2024 di bawah kendali dan pengawasan langsung dari Presiden RI Joko Widodo yang menjadikan lahan eks-pengembangan lahan gambut (eks PLG) di Provinsi Kalteng sebagai bagian rencana dari lokasi program pengembangan tanaman pangan untuk lumbung pangan baru di luar pulau Jawa.

Menurut Sekda hal ini menunjukan betapa seriusnya pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap kemajuan Kalteng. Sekda juga mengungkapkan, dari rencana tanam lokasi eksisting untuk pengembangan food estate seluas 30.000 ha yang mulai dilaksanakan Tahun 2020, perkembangan sampai saat ini yakni di Kabupaten Pulang Pisau, areal eksisting seluas 10.000 ha, telah dilaksanakan olah tanah seluas 9.837 ha dan yang sudah tanam seluas 8.838 ha. Untuk, Kabupaten Kapuas, areal eksisting seluas 20.000 ha, telah dilaksanakan olah tanah seluas 19.669,5 ha dan yang sudah tanam seluas 9.900 ha.

Disisi lain Sekda mengungkapkan, ada terdapat sebagian yang masih belum seluruh dapat dilaksanakan pertanaman, dikarenakan curah hujan yang sangat tinggi, yang mengakibat genangan air yang cukup tinggi. “Pada areal lahan yang sudah ditanam periode Oktober 2020, saat ini sudah siap dipanen dan diperkirakan puncak panen pada minggu kedua sampai dengan Minggu ketiga bulan Februari 2021 ini,” jelas Sekda.

Fahrizal Fitri juga menegaskan berkenaan, beberapa waktu yang lalu, ada berita yang beredar seolah-olah ada gagal panen dilokasi food estate, dimana hasil panen padi diperoleh berkisar 2 ton/ha. Dirinya menyatakan, bahwa Gubernur Kalteng beserta jajarannya sudah memantau langsung perkembangan dilapangan pada tanggal 2 Februari 2021 lalu.

Diakui Sekda, memang ada sebagian kecil, dibawah 10 ha yang hasilnya 2 ton/ha. Salah satu penyebab rendahnya hasil tersebut, karena petani menanam dengan sistim tabur langsung, tidak pindah tanam bibit. “Secara keseluruhan dari areal yang sudah tanam, berdasarkan hasil pantauan langsung oleh Gubernur, potensi hasil panen berkisar 5-6 ton/ha. Kami berharap kiranya dalam waktu dekat ini, berkenan Mentan RI dan Presiden RI untuk melakukan panen raya di lokasi food estate,” katanya.

Lebih lanjut Sekda menyebut, pada tahun 2021 ini, dukungan kegiatan dari Kementan untuk areal ekstensifikasi dilokasi food estate Kalteng sekitar 20 ribuan ha. “Sudah tentu kegiatan ini juga harus dibarengi dengan penataan saluran irigasi dan akses jalan dari Kementerian PUPR”, imbuhnya. Menutup sambutanya, Sekda mengatasi Pemprov Kalteng mengatakan untuk keberlanjutan petani di lokasi intensifikasi 30.000 ha ini, masih diharapkan stimulan Pemerintah terutama untuk bantuan sarana produksinya. (MMC/Ytm/Lsn)

image_print

Pos terkait