Pemprov Kalteng Cegah Krisis Pangan Melalui Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng Lilis Suriani didampingi pejabat terkait lainnya foto bersama peserta Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal Tahun 2021 (Festival Pangan) bertempat di Aula Dinas setempat, Selasa (2/11/2021). (MMC/Ytm/Lsn)

Palangka Raya, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng melaksanakan kegiatan Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal Tahun 2021 (Festival Pangan) bertempat di Aula Dinas setempat, Selasa (2/11/2021).

Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan bagi Ibu-Ibu, khususnya Kelompok KWT P2L dalam diversifikasi pangan bagi rumah tangga.

Selain itu juga, bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan bagi masyarakat tentang pentingnya penganekaragaman konsumsi pangan bagi keluarga.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng Lilis Suriani menyampaikan bahwa saat ini ketahanan pangan merupakan topik yang sering diperbincangkan oleh berbagai pihak sebagai konsekuensi dari penyebaran Covid-19 yang semakin meluas. “Konsumsi pangan sebagai salah satu sub sistem yang mendukung ketahanan pangan menjadi salah satu issue yang perlu mendapat perhatian terkait dengan berapa banyak dan jenis pangan yang harus disediakan dan atau diproduksi di dalam negeri,” ungkapnya.

Pandemi Covid-19 yang masih terjadi saat ini telah membawa dampak pada berbagai lini kehidupan masyarakat. Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan skala level yang berbeda tiap daerah membuat intensitas kehidupan sosial menjadi menurun, karena relasi sebagai dasar kehidupan berekonomi dibatasi.

“Penurunan atau bahkan kehilangan sumber pendapatan pada akhirnya akan berujung pada perubahan struktur pengeluaran rumah tangga sebagai bentuk coping strategy, salah satunya adalah penurunan kuantitas ataupun kualitas konsumsi pangan. Kondisi ini memberikan tantangan serius bagi kebijakan pangan untuk mencegah terjadinya krisis pangan di masa mendatang,” papar Lilis Suriani.

Di sisi lain sebutnya, pandemi juga telah memberi dampak positif dalam konsumsi pangan yaitu menumbuhkan kesadaran pada sebagian kelompok masyarakat untuk hidup sehat, dengan memilih konsumsi pangan yang bergizi seimbang yaitu dengan banyak mengkonsumsi pangan hewani serta sayur dan buah lokal.

Pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi selalu menjadi program prioritas dalam setiap pembangunan Nasional, yang ditandai dengan dijadikannya beberapa indikator konsumsi pangan sebagai indikator pencapaian pembangunan Nasional, seperti konsumsi energi, protein, dan skor Pola Pangan Harapan (PPH). “Di tingkat wilayah pun, baik provinsi maupun kabupaten/kota, di dalam RPJMD-nya mencantumkan indikator skor PPH sebagai salah satu indikator kinerja pembangunan,” terangnya.

Pola konsumsi pangan masyarakat saat ini yang belum beragam dan bergizi seimbang, ditunjukkan dengan tingginya konsumsi karbohidrat khususnya beras dibandingkan dengan sumber pangan lainnya menyebabkan tingginya kebutuhan masyarakat akan beras.

Selain itu, adanya pergeseran pola konsumsi masyarakat yang mendorong konsumsi pangan yang bersifat praktis (instan) menjadi penyebab tingginya permintaan akan pangan yang sebagian besar berbahan baku terigu.

Hal ini pada akhirnya menjadi permasalahan tersendiri dalam penyediaan pangan bagi masyarakat. Oleh karena itu, perlu didorong secara intensif upaya pengembangan pangan lokal untuk menjawab permasalah tersebut.

Dikatakan Lilis Suriani, untuk merubah pola pikir masyarakat ke arah pola konsumsi pangan yang beragam dan bergizi seimbang bukanlah hal yang mudah, karena sangat dipengaruhi oleh budaya, selera, dan kebiasaan makan masyarakat.

Untuk itu, sosialisasi dan promosi diversifikasi konsumsi pangan secara terus menerus sangat diperlukan. Pengembangan pangan lokal mempunyai peranan yang strategis dalam upaya penganekaragaman konsumsi pangan di daerah, karena bahan baku pangan tersebut tersedia secara spesifik di daerah. “Mari kita bersatu padu melakukan upaya-upaya dalam menjaga sekaligus meningkatkan stabilitas ketahanan pangan pada masa pandemi Covid-19 di Provinsi Kalteng Semoga kondisi yang kondusif ini dapat kita pertahankan di masa-masa yang akan datang. (MMC/Ytm/Lsn)

image_print

Pos terkait