Wakil Kepala Gugus Tugas percepatan penanganan covid-19 Kalteng, dr Suyuti Syamsul, saat mewakili Gubernur menyampaikan perkembangan terbaru kasus Covid-19 di Kalteng melalui live streaming di Media Center Covid-19, Kantor Gubernur Kalteng (Hms Prov).
Palangka Raya, Media Dayak
Sebagaimana yang disampaikan oleh Bupati Kabupaten Barito Utara(Barut),H Nadalsyah pada saat melakukan teleconference dengan Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H Sugianto Sabran, belum lama ini, menyatakan, pihaknya siap jika di RSUD Muara Tewah di tunjuk sebagai RSUD rujukan penanganan pasien Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
“Sesuai arahan pak Gubernur Sugianto, maka kami telah menghubungi dan berkoordinasi dengan RSUD Muara Teweh untuk menanyakan dan memastikan kesiapan dalam rangka penanganan Covid-19 di wilayah daerah aliran sungai (Das) Barito,” jelas Wakil Kepala Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Kalteng, dr Suyuti Syamsul mewakili Gubernur Kalteng, Rabu (8/4).
Suyuti menegaskan, yang perlu semua pihak pahami saat ini ada tren peningkatan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur dan Murung Raya, sehingga diperkirakan jumlah PDP akan semakin banyak di hari-hari mendatang.
“Sementara kemampuan rumah sakit rujukan lainnya, seperti RSUD Doris Silvanus yang juga harus menjadi pengampu (penyangga, red) pasien dari Kapuas, kemudian Katingan dan Gunung Mas serta Pulang Pisau. Itu juga semakin terbatas meskipun telah diperluas menggunakan Bapelkes bangsal sementara (ruang perawatan sementara) namun, kelihatan nya tetap sulit jika semuanya bertumpu di RSUD Doris Sylvanus,” bebernya mewakili Gubernur.
Lebih lanjut, Suyuti membeberkan, RSUD rujukan penanganan Covid-19 lainnya, di Kalteng, saat ini mengalami peningkatan PDP yang semakin banyak, baik di RSUD Murjani Sampit, maupun RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.
“Saat ini kalau kita lihat ada pasien Covid-19 yang dirujuk dari Murung Raya itu, dan sampai harus dirawat di RSUD Murjani Sampit, karena di RSUD Doris Sylvanus sudah sangat penuh. Sehingga sistem rujukan terintegrasi kita itu menolak secara otomatis,” jelasnya.
Bisa dibayangkan nanti kalau makin banyak pasien dari daerah Das Barito yang PDP Covid-19, jelas Suyuti, kemudian Doris Sylvanus penuh lalu kemudian RSUD Murjani Sampit penuh, ya kasihan kalau pasien harus sampai ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.
“Kita juga perlu pahami bersama bahwa RSUD Muara Teweh ini adalah RS rujukan regional untuk wilayah Das Barito yang telah ditetapkan dan tunjukkan oleh Kementerian Kesehatan maupun Gubernur Kalteng,” katanya.
Oleh itu, ia menyebut, RSUD Muara Teweh mendapat Alokasi Dana Khusus (DAK) yang lebih banyak melalui DAK perbantuan selama 5 tahun terakhir ini, tujuannya, yakni untuk RSUD Muara Teweh mampu menjadi pengampu RS lainnya, termasuk menerima rujukan dari RSUD di Kabupaten sekitarnya.
“Kita berharap, pengelola RSUD Muara Teweh betul-betul siap menghadapi adanya peningkatan orang yang kemungkinan akan menjadi PDP Covid-19 maupun yang positif, tadi malam saya sudah berkomunikasi dengan Direktur RSUD Muara Teweh, dan beliau menjanjikan dalam 2 hari ini akan siap menerima pasien covid-19, sembari kami mengkoordinasikan beberapa hal lainnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul. (YM)











